Ardika Dwitama Terpilih Chef Pastry Terbaik Asia 2026
Gambar atau konten salah?
Chef Ardika Dwitama baru saja menerima penghargaan Chef Pastry Terbaik di Asia 2026. Penghargaan ini datang bersamaan dengan kemenangan restoran August di ajang Asia's 50 Best Restaurant. Kabar ini membuat Ardika terkejut, mengingat banyak pastry chef berbakat di Asia, dari Jepang hingga Malaysia.
“Kaget. Senang juga yang pasti. Eh, tapi lebih ke kagetnya aja sih karena enggak nyangka.”, ujar Ardika pada saat wawancara. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hasil kebetulan, melainkan hasil kerja keras dan pendekatan yang berbeda.
Ardika, yang lulus dari Le Cordon Bleu, menekankan bahwa August Restaurant sengaja menciptakan hidangan yang belum pernah ada sebelumnya. “Contoh chef Hans gitu. Enggak bikin rendang, enggak bikin nasi goreng, sama di pastry juga saya enggak bikin es cendol, saya bikin dessert Indonesia yang lain,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meski bahan dasar kadang sama, prosesnya tidak identik. “Misalnya ingin membuat sebuah dessert berbahan dasar kopi. Chef Ardika tidak langsung mengolahnya menjadi sebuah tiramisu, melainkan diolah menjadi jenis dessert lain.” Ia mencontohkan penggunaan kopi lokal. “Saya enggak bikin itu dessert yang ada di luar sana, tapi saya pakai kopinya kopi lokal misalnya. Saya coba cari yang cocok dengan yang saya mau,” tambahnya.
Desain dessert di August berubah setiap 5‑6 bulan. Tidak ada “signature dish” yang tetap, namun beberapa kreasi sejak awal sudah dikenal pelanggan. Salah satunya adalah Frozen Coffee, dessert kopi yang menggunakan biji kopi lokal dari Garut hingga Lampung, dipadukan dengan gula aren.
Ardika menekankan bahwa ia tidak terpaku pada tren dessert. “Lebih fokus terhadap kreasi sendiri.” Ia menggunakan 70‑80% bahan lokal. Tantangan utama menurutnya adalah konsistensi, kualitas, dan kuantitas. “Jadi harus pinter‑pinter, kita harus lihat musim juga, jadi misalnya lagi musim sirsak atau musim markisa, kita usahakan pake yang ada saat itu. Kita nggak mau pake yang udah nggak musim, terus kita paksa, jadi lebih ke difficulty (kesusahannya) do situ sih,” ujarnya.
Desert yang ditawarkan juga menonjolkan nilai dan konsep unik yang tidak ditemukan di restoran lain. “Jadi lo nggak bisa nemuin di mana‑mana. Itu yang kita pengin sih. Kita nggak mau disamain atau di-compare sama yang udah ada. Original? Yes, original. Jadi sama di dessert pun saya sama sih, pungkasnya,” kata Ardika.
Ardika lebih memilih fokus pada August dan dirinya sendiri, daripada menyalin kreasi orang lain atau mengikuti tren. Ia percaya bahwa inovasi datang dari pemahaman mendalam tentang bahan lokal dan keinginan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda.
August Restaurant, yang dikenal dengan konsep menu yang berpusat pada bahan lokal, menampilkan kopi, gula aren, dan produk-produk lain yang dihasilkan di daerah sekitar. Pendekatan ini tidak hanya memberi rasa autentik, tetapi juga mendukung ekonomi lokal.
Penghargaan ini menegaskan bahwa kualitas pastry tidak hanya bergantung pada teknik, tetapi juga pada kreativitas dan keberanian untuk bereksperimen. Ardika menegaskan bahwa setiap dessert adalah hasil kerja keras, riset, dan rasa hormat terhadap bahan yang dipilih.
Dengan penghargaan ini, Ardika berharap dapat memotivasi pastry chef lain di Asia untuk mengeksplorasi bahan lokal dan menciptakan kreasi yang unik. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan konsistensi, terutama ketika menggunakan bahan musiman.
Ardika menyimpulkan bahwa perjalanan ini masih panjang. “Kita terus belajar, terus mencoba, dan terus berinovasi.” Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa August Restaurant akan terus menjadi pionir dalam dunia pastry Asia.
Kesimpulannya, penghargaan Chef Pastry Terbaik di Asia 2026 menandai pencapaian penting bagi Ardika Dwitama dan August Restaurant. Keberhasilan ini didorong oleh komitmen terhadap bahan lokal, inovasi, dan ketidakterbatasan dalam menciptakan dessert yang autentik dan berbeda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
