Argentina Bawa Asado dan Yerba Mate ke Piala Dunia 2026
Gambar atau konten salah?
Argentina memiliki kebiasaan unik yang sering menjadi sorotan ketika tim nasionalnya berpartisipasi di Piala Dunia. Setiap kali kejuaraan berlangsung, para pemain dan staf membawa bekal makanan sendiri dari tanah air.
Di Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan di Qatar, tim Argentina menyiapkan 900 kilogram daging untuk dikonsumsi selama turnamen. Daging tersebut dimaksudkan untuk disajikan dalam bentuk asado, hidangan panggang khas Argentina yang menjadi bagian penting dari budaya mereka.
Asado bukan sekadar makanan. “Menurutnya, momen makan bersama membantu pemain berbicara, tertawa, bersantai, dan membangun hubungan yang lebih erat.” kata pelatih Argentina, Lionel Scaloni. Ia menegaskan bahwa saat berbagi asado, pemain dapat berkomunikasi secara lebih santai, mempererat ikatan tim di tengah tekanan kompetisi.
Untuk memastikan asado dapat dilakukan di luar lapangan, Argentina memilih lokasi latihan yang memiliki ruang terbuka. Tempat tersebut memungkinkan pemain mengadakan acara asado meski berada jauh dari rumah. Kebiasaan ini menjadi pertimbangan penting saat menentukan pusat pelatihan di Qatar.
Selain nilai kebersamaan, daging juga memiliki peran nutrisi. Kandungan protein, zat besi, dan nutrisi lainnya membantu pemulihan atlet setelah latihan atau pertandingan. Jadwal Piala Dunia yang padat memaksa pemain untuk mengisi energi dengan cepat, sehingga makanan bergizi sangat diperlukan.
Setelah Argentina meraih kemenangan di Piala Dunia 2022, kebiasaan membawa asado mendapat sorotan lebih. Tim yang dipimpin oleh Lionel Messi menempuh perjalanan panjang dan akhirnya mengangkat trofi setelah mengalahkan Perancis melalui adu penalti di final. Banyak penggemar menganggap detail kecil seperti asado berkontribusi pada kesuksesan tersebut.
Di Piala Dunia 2026, Argentina kembali menerapkan tradisi serupa. Kali ini, mereka membawa lebih dari 500 kilogram daging dan 500 kilogram yerba mate, teh khas Argentina, ke Kansas City. Yerba mate menjadi tambahan penting bagi para pemain, menjaga rasa nyaman dengan budaya asal.
Tradisi membawa asado dan yerba mate ini tidak hanya memperkuat ikatan tim, tetapi juga memaksimalkan performa. Dengan membawa makanan yang familiar, pemain merasa dekat dengan budaya mereka sendiri, membantu mereka tetap fokus dan bersemangat selama turnamen panjang. Kebiasaan ini menjadi bagian integral dari persiapan Argentina, yang terus menunjukkan bagaimana budaya dapat memengaruhi hasil di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
