Astrid Mudik Singkat: Kembali ke Purwakarta Motor Cepat

Sari D. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 98 dibaca
Bisik.id
Astrid Mudik Singkat: Kembali ke Purwakarta Motor Cepat

Gambar atau konten salah?

Astrid, 25 tahun, berasal dari Bayongbong, Garut, harus kembali ke Purwakarta untuk pekerjaan. Ia bekerja di salah satu cabang coffee shop ternama di pusat kota Purwakarta.

Perjalanan mudik singkatnya dimulai pada Jumat 20 Maret sore. Astrid berangkat dari Purwakarta dan baru tiba di Garut pada tengah malam. Meski waktu bersamanya dengan keluarga terbilang singkat, momen itu tetap berarti baginya.

“Masih rindu, tapi ya gimana, besok kerja masuk. Ini juga beruntung dapat Lebaran bareng keluarga, meski hanya sekejap, kalau yang lain kerja meskipun Hari Lebaran,” kata Astrid ketika dijumpai di kawasan Cibiru, Kota Bandung, pada Minggu 22 Maret 2026. Ia menambahkan, “Liburnya gantian, kemarin saya yang dapat libur berdua.”

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Astrid memilih pulang kampung menggunakan sepeda motor matik. Ia mengaku sudah terbiasa menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan roda dua, bahkan sejak masih kuliah. “Dua kali Lebaran, pulang di hari kedua Lebaran. Tahun ketiga kerja, alhamdulilah dapat giliran libur. Setiap mudik pakai motor, udah terbiasa pakai motor jauh sejak kuliah,” sebut Astrid.

Perjalanan kembali menuju Purwakarta menempuh sekitar tiga jam. Di jalur Garut–Cileunyi, ia sempat menemui titik kepadatan lalu lintas. Meski begitu, ia merasa motor lebih fleksibel dibandingkan kendaraan roda empat. “Banyak dari Garut sampai Cileunyi titik kemacetannya, tapikan kalau motor bisa sat-set. Termasuk tadi di Cinunuk,” ujarnya.

Selama perjalanan, Astrid sudah dua kali berhenti untuk beristirahat. Ia berhenti sejenak di Nagreg, lalu kembali berhenti di kawasan Cibiru untuk mengisi tenaga. “Tadi di Nagreg, ke air, gak lama berhentinya. Sekarang di sini (Cibiru), ngebaso dulu, perut laper, berhenti sekitar 30 menitan, terus lanjut lagi,” ujar Astrid.

Meski harus kembali bekerja keesokan harinya, Astrid tidak terburu-buru. Ia menargetkan tiba di Purwakarta sebelum waktu Isya. “Tenang saja, target nyampe sebelum isya, insyaallah sampai, asal di Padalarangnya lancar,” ujarnya.

Pihak kepolisian terus mengingatkan para pemudik untuk mengutamakan keselamatan. Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Pol Raydian Kokrosono mengimbau agar pengendara tidak memaksakan diri saat tubuh mulai lelah atau mengantuk. “Kepada para pemudik yang melintas di Jawa Barat, apabila Anda mulai merasa mengantuk saat mengemudi, jangan dipaksakan. Segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat atau pos pelayanan, pos pengamanan dan Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang telah kami siapkan dari Polda Jabar,” tambahnya. Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak berhenti sembarangan, terutama di bahu jalan, karena berpotensi membahayakan. “Kami juga mengingatkan jangan berhenti di bahu jalan karena berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Bahu jalan bukan tempat istirahat,” katanya. “Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Istirahat sejenak agar perjalanan tetap nyaman dan aman. Mudik aman, keluarga bahagia,” pungkasnya.

Pengalaman Astrid menunjukkan bahwa sepeda motor tetap menjadi pilihan praktis bagi banyak pemudik, meski perjalanan panjang memerlukan kesiapan fisik dan kendaraan yang prima. Keamanan tetap menjadi prioritas utama, baik bagi pengendara maupun keluarga yang menunggu di rumah.

AstridPurwakartaGarutmudiksepeda motorPolda Jawa BaratkeselamatanLebaran

Komentar

Memuat komentar...