Ayam Gepuk Ternyata Sumber Leptospirosis, Papar Risiko
Gambar atau konten salah?
Seorang wanita di Malaysia mengungkapkan bahwa adiknya, berusia 26 tahun, diduga terinfeksi leptospirosis setelah mengonsumsi ayam gepuk.
Ayam gepuk, hidangan yang kini menjadi favorit di Malaysia, sering dijajakan di restoran maupun warung kaki lima. Popularitasnya membuat banyak orang menaruh harapan pada rasa dan kualitasnya.
Menurut akun @arieynnaghazali, adiknya mulai merasakan muntah dan diare dua hari setelah makan bersama teman di kawasan Ampang. Kondisi semakin parah, hingga beberapa kali pingsan di kamar mandi. "Dia sempat jatuh di kamar mandi sekitar pukul 4 pagi, tapi merangkak kembali ke kamar dan bilang baik-baik saja," tulisnya.
Pada hari berikutnya, adiknya mengalami demam tinggi dan kembali pingsan. Keluarga segera membawanya ke unit gawat darurat (UGD) karena kondisi semakin lemah. Ia juga mengalami gemetar, mati rasa, muntah, dan diare bersamaan.
Dokter awalnya menyatakan bahwa tubuh pasien kekurangan garam, sehingga keluarga diperbolehkan pulang setelah penanganan awal. Namun, dua hari kemudian, kondisi belum membaik. Pasien masih muntah, diare, dan demam, sehingga kesulitan berdiri.
Selanjutnya, keluarga membawanya ke klinik untuk surat cuti sakit. Pasien langsung dipasangi infus karena dehidrasi dan diberi antibiotik. Pemeriksaan di klinik lain menunjukkan trombosit sangat rendah, sehingga disarankan kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan tambahan.
Di rumah sakit, pasien menjalani beberapa tes, termasuk pemeriksaan leptospirosis. Hasil tes dinyatakan positif. Penyakit ini juga dikenal dengan nama kencing tikus. Biasanya, penularan terjadi melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi, terutama tikus, melalui luka terbuka atau selaput lendir.
Ariey mengaku tidak mengetahui gerai ayam gepuk mana yang dikunjungi adiknya. Ia juga mengatakan adiknya sudah mencuci peralatan makan di rumah sebelum makan, sehingga sumber infeksi belum dapat dipastikan.
Dokter menjelaskan bahwa leptospirosis tidak hanya berasal dari sungai atau air kotor, tetapi juga bisa berasal dari makanan jika tempat makan tidak menjaga kebersihan dan mengundang tikus. "Sebelum makan, lihat dulu kondisi tempat makannya. Kalau terlihat kotor, jangan lanjut makan di sana walaupun makanannya enak," ujar Ariey.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak restoran maupun otoritas kesehatan terkait kasus tersebut.
Kasus ini menyoroti pentingnya kebersihan tempat makan dan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit melalui makanan. Meskipun ayam gepuk populer, konsumen tetap harus memeriksa kondisi tempat makan sebelum menikmati hidangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
