Ayi Solehudin Ditemukan 2,5 Tahun Hilang di Gunung Salak
Gambar atau konten salah?
Ayi Solehudin (45) dari Cianjur akhirnya kembali ke rumah setelah hilang selama 2,5 tahun. Ia ditemukan hampir tidak sadar di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi. Kondisi tubuhnya memerlukan perawatan serius karena rahangnya terasa nyeri, diduga akibat jatuh dan terbentuk batu saat berada di gunung.
Temuan terjadi di rumah panggung sederhana yang masih berupa dinding bambu. Saat diperiksa, Ayi terlihat sering memegangi dagunya. Di wajahnya menampak bekas luka yang mulai mengering. Ia menjelaskan bahwa luka itu disebabkan oleh jatuh dan terbentur batu.
“Sakit, jatuh. Dagu kena batu,” kata Ayi singkat pada 3 Juni 2026.
Ia juga mengaku beberapa giginya patah saat terjatuh. “Gigi patah, karena jatuh kena batu,” tuturnya.
Menurutnya, ia berada di Gunung Salak selama dua pekan. Di sana, ia mendengar bisikan dan ajakan untuk berjalan ke dalam hutan. “Diajak adik (dalam bayangannya) ke sana. Dua Minggu di sana. Makan apa saja yang ada di sana,” jelasnya.
Dr. Tito, kepala Puskesmas Campaka, mengatakan Ayi mengalami benturan dan kekurangan makanan di gunung. Akibatnya, tubuhnya melemah. “Memang kondisi tubuhnya lemah dan kekurangan makanan serta minum. Makanya begitu ditemukan, kami langsung melakukan penanganan medis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Ayi sudah pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan. Petugas akan memantau kesehatannya secara berkala. “Tim sudah disiagakan untuk memantau terus kondisi kejiwaan serta kesehatan fisiknya. Jika memang ada keluhan, kami langsung akan bawa ke puskesmas untuk penanganan medis,” kata Dr. Tito.
Sebelumnya, video evakuasi dramatis seorang pria kurus di lereng Gunung Salak menjadi viral di media sosial. Video tersebut mengungkap fakta bahwa pria tersebut adalah warga Cianjur yang hilang selama tiga tahun.
Penemuan ini terjadi pada 25 Mei 2026 di jalur pendakian ilegal Gunung Salak. Ia pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memeriksa saluran air di hutan.
Keberhasilan pencarian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan saat berpetualang di daerah pegunungan. Meskipun Ayi kini pulih, ia masih memerlukan pengawasan medis dan psikologis untuk memastikan pemulihan penuh.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
