Ayi Solehudin Ditemukan di Gunung Salak, Keluarga Perawatan

Yanto K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Ayi Solehudin Ditemukan di Gunung Salak, Keluarga Perawatan

Gambar atau konten salah?

Ayi Solehudin (45) adalah warga Cianjur yang ditemukan di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi. Menurut keluarga, Ayi tidak hilang selama 2,5 tahun di gunung tersebut. Ia dikabarkan mengalami gangguan jiwa dan sering berjalan ke berbagai daerah di Jawa Barat.

Ujang Sulaeman (53), kakak Ayi, menegaskan bahwa adiknya sudah sekitar lima tahun mengalami gangguan kejiwaan. Sebagai anak keempat dari lima bersaudara, Ayi dulu sering berbicara sendiri. Puncaknya, ia mulai berjalan kaki sendirian dari satu kampung ke kampung lain. Bahkan, Ayi sering kali menghilang dan ditemukan oleh tetangga atau teman keluarganya.

“Karena berbagai permasalahan pribadi, jadinya mengalami gangguan kejiwaan. Kalau gejalanya sudah sejak lima tahun lalu. Parahnya sejak empat tahun lalu,” kata Ujang, Rabu (3 Juni 2026). Ujang mengungkapkan bahwa pada 2,5 tahun lalu Ayi kembali pergi dari rumah dan tak kunjung pulang ataupun ditemukan. Ia mengaku mendapatkan beberapa informasi keberadaan Ayi, tetapi saat disusul ternyata sudah tidak ada.

“Sempat ditemukan di Ciwidey, di Cirebon, kemudian ada yang pernah lihat di Jampang Surade Sukabumi. Tapi setiap kali disusul oleh keluarga, sudah tidak ada, pergi lagi. Sampai akhirnya ditemukan di lereng Gunung Salak,” tambahnya. Ujang memastikan bahwa Ayi memang kerap berjalan‑jalan sendiri selama 2,5 tahun menghilang, bukan menghilang di Gunung Salak selama itu.

“Jadi bukan hilang di Gunung Salak selama 2,5 tahun. Tapi sudah hilang sejak 2,5 tahun, dan kebetulan terakhir itu dia ternyata ke Gunung Salak dan ditemukan di sana,” jelasnya. Menurutnya, saat ini Ayi dirawat di rumahnya di Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Cianjur. Setiap harinya, kakak dan adik dari Ayi bergantian menjaganya.

Ayi ini punya tiga anak. “Tapi selain tinggal dengan anaknya, saya dengan saudaranya yang lain bergantian menemani, terutama saat malam hari,” kata Ujang.

Dr Tito, kepala Puskesmas Campaka, mengatakan Ayi memang mengalami gangguan kejiwaan dan sempat menjalani pengobatan. “Sebelum menghilang, rutin berobat. Bahkan sempat dibawa ke rumah sakit jiwa. Sudah berhasil sembuh, tapi ada beberapa kejadian yang membuat penyakit kejiwaannya kambuh, salah satunya karena orang tuanya meninggal dunia,” ujar dr Tito. Menurutnya, saat ini Puskesmas Campaka kembali memantau dan melakukan perawatan terhadap Ayi mulai dari kondisi kejiwaan hingga fisiknya.

“Petugas secara rutin mengecek kondisinya, terutama kondisi kesehatan. Karena saat ditemukan, kondisinya lemah karena kurangnya asupan makanan selama di Gunung Salak. Kami upayakan pengobatan kejiwaannya terus berlanjut agar kembali sembuh,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah video yang merekam evakuasi dramatis seorang pria kurus di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial dan aplikasi perpesanan. Di balik rekaman menegangkan tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa pria malang itu adalah warga Kabupaten Cianjur yang telah menghilang selama tiga tahun.

Peristiwa penemuan ini terjadi pada Senin (25 Mei 2026) di area jalur pendakian ilegal Gunung Salak. Pria tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mengecek saluran air di kawasan hutan.

Kasus ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya bagi orang yang sering berperilaku tidak terduga. Keluarga dan tenaga kesehatan di Cianjur kini bekerja bersama untuk memastikan Ayi mendapatkan perawatan yang tepat, baik secara fisik maupun psikologis. Dengan dukungan terus-menerus, harapan agar kondisi Ayi membaik tetap ada, meski perjalanan perawatan masih panjang.

Ayi Solehudingangguan jiwaGunung SalakCianjurPuskesmas Campakaevakuasi dramatisperawatan mental

Komentar

Memuat komentar...