Balita 1,5 Tahun Kena Hipotermia di Gunung Ungaran

Fitri A. · 4 min baca · 3 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Balita 1,5 Tahun Kena Hipotermia di Gunung Ungaran

Gambar atau konten salah?

Dwi Purnomo, pengelola Basecamp Perantunan Gunung Ungaran, mengungkapkan bahwa dua orang tua balita perempuan berusia 1,5 tahun mengalami gejala hipotermia saat mendaki Gunung Ungaran. Meski begitu, ketiganya tetap melanjutkan pendakian bersama.

Menurut Dwi, saat proses registrasi keluarga tersebut sudah tampak ada masalah keluarga. Ia berkata, “Dari awal pertama bapak dan ibunya registrasi itu sudah kayak ada masalah keluarga gitu, ada perselisihan. Tetapi mereka tetap naik bertiga sama anaknya itu.”

Setelah tiba di Basecamp sekitar pukul 07.00 WIB, pasangan itu menyatakan tidak akan melanjutkan pendakian sampai puncak. Dwi mencatat, “Sebenarnya kan tidak diperbolehkan. Tapi mereka kan izinnya itu kan cuma mau jalan sampai pos 3 atau pos 4 karena masih pagi, nanti kalau anu kan mau turun lagi. Pagi itu (cuacanya) juga benar-benar cerah.”

Ketika mencapai pos 4, perselisihan kembali muncul. Ibu meminta turun karena cuaca mulai mendung, sementara ayah bersikukuh melanjutkan pendakian. Dwi menjelaskan, “Karena cuaca tidak mendukung, si ibunya itu kan pengin turun, tapi si bapaknya kata info ibunya, bapaknya tetap ngotot pengin naik dan si anak tersebut mau dibawa ibunya ndak boleh sama bapaknya, tetap mau diajak naik.”

Akibatnya, ibu memilih turun dan meninggalkan suami serta anaknya. Saat di Basecamp, ia melapor kepada petugas. Dwi menceritakan, “Setelah melaporkan ke petugas, sang ibu kemudian menyampaikan ingin turun ke parkiran. Dwi mengira dia hendak berganti pakaian karena basah.”

Ketika turun, hujan mulai turun lagi. Ibu sudah basah, dan ia mengusulkan untuk menunggu di parkiran karena ada ojek. Dwi menambahkan, “Turun itu posisi lagi hujan, ibunya ini sudah basah. Terus kirain kita itu mau nunggu di parkiran karena kan ada ojek nih, (ibunya bilang) 'saya mau ngojek pak ke parkiran', pikiran saya wah berarti mau ganti baju dulu atau gimana di parkiran kan bawa mobil.”

Namun, ibu tersebut kemudian pulang meninggalkan anak dan suaminya yang sedang dievakuasi. Dwi mengungkapkan, “Nggak tahu, tahu-tahunya ini si ibunya ini pulang ke rumah. Ditelepon sudah sampai Candi Golf kalau enggak salah itu.”

Setelah diberi kabar bahwa anak dan suaminya sudah turun, ibu balita kembali ke Basecamp Perantunan. Dwi menyebut, “Lah pas (ibunya) balik lagi ke sini, saya nganter (anak dan suaminya) ketemu di parkiran itu waduh wis ndak ini lah malah tambah kayak ini.”

Ketika bertemu, Dwi menyampaikan bahwa urusan keluarga membuat suasana tidak nyaman. Ia berkata, “Karena kan urusan keluarga ya, jadi juga ndak enak kan itu, terus saya bilang 'Pak, Bu, ini mbok ya itu urusan nanti, ini urusan anaknya dulu, biar anaknya ini karena ndak pakai baju ganti tolong dicarikan dulu karena di sini dingin.”

Balita yang semula menangis langsung terdiam saat bertemu ibu. Dwi menjelaskan, “Menurut Dwi, balita itu menangis karena ingin bertemu ibunya, bukan karena hipotermia.”

Ia menegaskan, “Jadi sebenarnya nggak seseram kayak di media sosial ya, anak itu nangis bukan karena sakit atau hipotermia, nggak. Memang pengin ketemu ibunya.”

Kabar tentang balita berusia 1,5 tahun yang mengalami hipotermia ketika diajak orang tuanya mendaki Gunung Ungaran menjadi viral di media sosial. Balita tersebut langsung mendapat penanganan tim SAR.

Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, mengonfirmasi bahwa balita sudah pulang dalam kondisi selamat. Ia berkata, “Posisi balita sudah turun dari Basecamp Perantunan, sudah dibawa pulang orang tuanya dalam kondisi selamat. Balita perempuan usia 1,5 tahun.”

Bergas menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada Sabtu (11 April). Balita berusia 1,5 tahun berinisial L bersama ayah dan ibunya mendaki Gunung Ungaran hingga tiba di Puncak Bondolan pada siang hari. Ia menambahkan, “Peristiwa ini terjadi ketika satu keluarga ayah, ibu, dan anak melakukan pendakian dan tiba di Puncak Bondolan pada siang hari.”

Peristiwa tersebut terjadi ketika keluarga tersebut tiba di puncak sekitar pukul 14.00 WIB. Cuaca tiba-tiba memburuk disertai hujan deras menyebabkan suhu tubuh balita menurun drastis hingga mengalami gejala hipotermia, kata Bergas.

Ketika peristiwa terjadi, balita terus menangis dan menunjukkan tanda-tanda kedinginan ekstrem. Tim SAR yang mengetahui peristiwa itu langsung bergegas mendatangi lokasi dan melakukan pertolongan pertama. Bergas menjelaskan, “Tim SAR dari Basarnas yang sedang melaksanakan siaga khusus langsung bergerak cepat menuju lokasi di kawasan puncak Bondolan. Petugas segera melakukan penanganan awal untuk menstabilkan suhu tubuh korban, termasuk menghangatkan tubuh dan memberikan pertolongan pertama pada kondisi hipotermia.”

Setelah kondisi balita dinilai stabil, petugas kemudian mengevakuasi keluarga tersebut ke Basecamp Perantunan. Di sana, balita kemudian ditangani lebih lanjut. Bergas menambahkan, “Setelah kondisi korban mulai stabil, tim SAR gabungan mengevakuasi balita bersama orang tuanya menuju Basecamp Perantunan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.”

Peristiwa ini menyoroti pentingnya persiapan dan koordinasi saat pendakian gunung, terutama ketika cuaca berubah tiba-tiba. Meskipun keluarga tersebut mengalami perselisihan internal, tim SAR berhasil mengevakuasi mereka dengan aman. Kabar ini juga menunjukkan bahwa media sosial sering kali menampilkan informasi yang belum diverifikasi, sehingga penting bagi masyarakat untuk menunggu konfirmasi resmi sebelum menyebarkan berita.

Gunung Ungaranbalita hipotermiaBasecamp Perantunanperselisihan keluargatim SARcuaca burukDwi Purnomopengelola Basecamp

Komentar

Memuat komentar...