Balita 2 Tahun Mencuat Atap Rumah, Warga Panik di Gonjak

Sinta R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 157 dibaca
Bisik.id
Balita 2 Tahun Mencuat Atap Rumah, Warga Panik di Gonjak

Gambar atau konten salah?

Seorang bocah 2 tahun bernama Muhammad Riski Noprian membuat kegaduhan di Kelurahan Gonjak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Video yang beredar di media sosial menunjukkan anak itu merayap santai di atas genteng rumah, sementara ibu dan warga di bawah rumah berteriak panik.

Di rekaman, Riski terlihat berjalan perlahan di atas genteng yang miring. Suasana di bawahnya berbanding terbalik: orang-orang berteriak histeris, sementara seorang perempuan dewasa—diduga ibu—berusaha menenangkan anaknya. Warga lain berusaha menolong.

Menurut Eliza, ibu Riski, kejadian itu terjadi pada Selasa (21 April 2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Ia mengaku baru saja keluar dari kamar mandi ketika neneknya bertanya, “Saya lagi di kamar mandi. Lalu ditanya sama nenek, mana anaknya, terus aku cari tiba-tiba udah di atas,” kata Eliza kepada petugas media pada Rabu (22 April 2026).

Eliza terkejut melihat anaknya berada di atap rumah yang cukup tinggi. Ia menyatakan bahwa Riski naik ke atap melalui kandang ayam yang terletak tepat di bawah bangunan. “Dia naik lewat sini (kandang ayam),” ujarnya.

Sebelum terjebak di atap, Riski diketahui sedang bermain pasir di dekat rumah tetangga yang berada di bagian atas rumahnya. Eliza menambahkan, “Lagi main di sana (menunjukkan tumpukan pasir). Sendiri,” sambil menunjukkan tumpukan pasir. Ia menegaskan bahwa anaknya dikenal aktif dan berani oleh warga sekitar. “Aktif sekali anaknya,” kata Eliza.

Aipda Ahmad Samsul Haki, kepala Bhabinkamtibmas Kelurahan Gonjak, mengonfirmasi bahwa balita tersebut memang warganya. Ia mengatakan awalnya mengetahui kejadian melalui media sosial, lalu mendapat komentar warga Gonjak. “Awalnya saya mengetahui itu melalui media sosial. Tapi setelah kami mendapat informasi dari kolom komentar adalah warga Gonjak, lalu saya konfirmasi ke Kepala Lingkungan, dan mendapatkan informasi bahwa itu adalah anaknya Eliza,” ujarnya.

Setelah konfirmasi, Ahmad segera mengunjungi rumah Riski untuk memberi edukasi kepada orang tua. Ia mengimbau para orang tua yang memiliki anak balita untuk lebih meningkatkan pengawasan. “Karena usia segitu lagi aktif-aktifnya. Untuk para orang tua yang memiliki anak seperti Riski ini, untuk lebih berhati-hati menjaga anaknya,” pungkasnya.

Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan anak di lingkungan rumah. Meskipun Riski terlihat santai merayap di atas genteng, situasi tersebut menimbulkan kepanikan di antara warga. Kejadian ini juga mengingatkan orang tua bahwa peralatan rumah, seperti atap dan kandang ayam, dapat menjadi tempat berbahaya bagi anak kecil yang aktif. Dengan pengawasan yang lebih ketat, risiko kejadian serupa dapat diminimalkan di masa depan.

balita atappengawasan anakkandang ayamkegaduhan media sosialrisiko keselamatanpemerintah setempatpemberitahuan warga

Komentar

Memuat komentar...