Bandara Gorontalo Tangkap Penumpang Bawa Emas Ilegal 1,3kg
Gambar atau konten salah?
Di Bandara Djalaluddin Gorontalo, petugas menahan dua penumpang bernama ANH (39) dan FCG (38) pada 25 April 2026. Penumpang‑penumpang ini hendak terbang dari Gorontalo ke Makassar lalu Jakarta. Mereka ditahan karena membawa 1,3 kilogram emas yang diduga ilegal.
Menurut Kepala Bandara Djalaluddin, Joko Harjani, emas tersebut tidak memiliki dokumen resmi. Ia mengatakan, “Iya, itu emas ilegal dari tambang dan tidak ada dokumen jumlah 1,3 kilogram, masing-masing 500 gram dan 800 gram.”
Petugas memeriksa koper kedua penumpang menggunakan fasilitas X‑ray. Hasil pemeriksaan menunjukkan dua koper bagasi kabin berisi perhiasan dan logam emas berbagai ukuran, total 20 pcs. Barang ini dibawa oleh dua calon penumpang pesawat Lion Air JT 793 rute GTO-UPG-CGK.
Emas yang direncanakan akan dibawa ke Surabaya disita karena tidak ada dokumen. Joko menambahkan, “Pengakuan mereka emas ini akan dibawa menuju Surabaya. Mereka naik pesawat itu kan rute Gorontalo, Makassar dan Jakarta.”
Setelah disita, kedua penumpang dan barang bukti diserahkan ke Polres Gorontalo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Wakapolres Gorontalo, Kompol Wanda Dhira Bernard, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima dua orang dan barang bukti tersebut.
Kompol menekankan bahwa fokus utama adalah memastikan legalitas emas. Ia mengatakan, “Kami telah menerima pelimpahan barang bukti berupa emas hasil temuan petugas Bandara Djalaluddin. Fokus utama kami adalah memastikan legalitas dari emas ini.”
Selanjutnya, Kompol menjelaskan, “Kami akan memeriksa secara detail dokumen perolehannya, izin pengangkutan, hingga tempat penampungannya. Jika tidak mampu menunjukkan dokumen resmi sesuai aturan yang berlaku, maka akan kami proses sesuai hukum yang berlaku.”
Kasus ini menyoroti pentingnya verifikasi dokumen barang berharga sebelum perjalanan. Penegakan hukum di bandara bertujuan mencegah penyelundupan dan memastikan semua barang yang dibawa penumpang sesuai regulasi. Dengan proses pemeriksaan yang ketat, pihak berwenang berusaha menjaga keamanan dan integritas transportasi udara di wilayah Gorontalo.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
