Bandara Husein dan Adi Sutjipto Akan Diaktifkan Kembali

Mira T. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Bandara Husein dan Adi Sutjipto Akan Diaktifkan Kembali

Gambar atau konten salah?

Bandara Husein Sastranegara di Bandung kembali menjadi topik hangat setelah pemerintah mengusulkan reaktivasi bersamaan dengan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta. Rencana ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar sejumlah bandara di Indonesia dihidupkan kembali dan dimaksimalkan komersinya.

Perintah langsung tersebut kemudian diikuti oleh kunjungan kerja di Ruang Kerja Wamenhan di Jakarta pada 25 Mei 2026. Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Donny Ermawan bertemu dengan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Febrian Alphyanto Ruddyard, yang juga merupakan Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Pertemuan ini bertujuan menindaklanjuti arahan Presiden.

Di Bandung, Wali Kota Muhammad Farhan menyambut baik arahan tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur karena rencana yang telah lama dinantikan akhirnya mendapat dukungan resmi.

“Saya bersyukur sekali, setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung pada tanggal 25 Mei yang lalu, sorenya saya mendapatkan kabar Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein bersama-sama dengan Adisucipto,” kata Farhan pada 27 Mei 2026.

Farhan menambahkan bahwa Bandara Husein selama ini tidak ditutup, namun penerbangan komersialnya terbatas pada pesawat berukuran kecil. Penerbangan hanya diizinkan menggunakan pesawat baling-baling untuk rute antarkota di Pulau Jawa.

“Kita sangat menunggu reaktivasi ini karena bagaimanapun selama ini Bandara Husein bukan ditutup ya, tetapi aktivitas untuk penerbangan komersialnya hanya diizinkan penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dan tujuannya adalah antarkota di dalam Pulau Jawa,” ungkapnya menambah kabar.

Selain penataan bandara, pertemuan tersebut juga membahas proyeksi jangka panjang pembentukan ekosistem industri makro kedirgantaraan. Konsep yang diusulkan adalah Sustainable Aerospace Park di Kertajati, yang akan menggabungkan fasilitas MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) untuk keperluan komersial dan militer.

Kedua pihak sepakat untuk terus mematangkan cetak biru teknokratis serta pola pengelolaan asetnya. Mereka berjanji akan menggelar rapat koordinasi lanjutan yang lebih intensif bersama kementerian teknis, jajaran TNI Angkatan Udara, serta pihak pemerintah provinsi terkait.

“Nah saya harapkan, tentu Pak Presiden yang telah memberikan perintah kepada Bappenas dan Kemenhan untuk mengkaji. Dan kajiannya ini menunjukkan bahwa potensi penerbangan di Kota Bandung, yang merupakan salah satu subsektor transportasi ini bisa tumbuh kembali,” ujarnya.

Meski sudah mendapat informasi tentang wacana reaktivasi, Farhan menegaskan bahwa penerbangan di Bandara Husein tetap terbatas. Pesawat yang dapat melayani bandara tersebut tidak dapat berdimensi besar, sehingga hanya pesawat berukuran seperti 737 hingga A370 yang dapat diterima.

“Kita kan tidak bisa menerima pesawat berbadan lebar. Kita hanya bisa menerima pesawat sekelas 737 A320 gitu. Tapi cukup da Bandung mah sakitu oge. Cukup pisan itu mah,” tuturnya.

Farhan juga mengungkapkan rencana perbaikan sarana pendukung. Ia menekankan bahwa pemerintah kota sedang menyiapkan sarana prasarana, tempat parkir, dan akses yang lebih baik. Ia berharap rencana ini dapat masuk anggaran daerah pada APBD 2027.

“Nah eta belum tahu, pokoknya mah kita siap sedia aja. Kita beresin jalannya dulu sarana prasarana, tempat parkir dan akses yang baik. Mudah-mudahan bisa masuk APBD 2027 doakeun, ya,” ujarnya.

Farhan juga mengingatkan statistik lalu lintas bandara pada tahun 2019. Pada periode tersebut, Bandara Husein mencatat sekitar 3,8 juta orang, 3 juta penerbangan domestik, dan 800.000 penerbangan internasional.

“Intinya, kita ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein yang di tahun 2019 traffic-nya itu sekitar 3,8 juta orang, 3 juta penerbangan domestik, 800.000 penerbangan internasional,” kata Farhan pada 27 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa persiapan detailnya sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. Namun, di tingkat kota sudah ada diskusi dan rencana perbaikan, termasuk jalan masuk dan sarana-prasarana.

“Persiapan detailnya 100 persen ada di pemerintah pusat. Namun, semalam kami sudah diskusi. Kami akan melakukan beberapa perbaikan, termasuk jalan masuk dan sarana-prasarana,” ungkapnya menambahkan.

Farhan juga mengusulkan pembangunan exit tol dari Pasteur menuju langsung ke Bandara Husein melalui PTDI. Akses ini diharapkan dapat mempermudah lalu lintas kendaraan keluar masuk bandara.

“Jadi jalan arah keluar tol melalui PTDI, langsung ke bandara. Pokoknya mah yang dari Pasteur tuh sebelum gerbang tol, belok kiri, itu kan melalui kompleks TNI AU, itu akan dibuat jalan pas ke situ. Sehingga nanti aksesnya bisa lebih mudah,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa inisiatif ini akan menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa traffic keluar masuk Bandara Husein akan lebih baik dari sebelumnya.

“Hal itu yang nanti akan menjadi bagian dari apa upaya kita untuk memastikan bahwa traffic keluar masuk Bandara Husein akan lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya.

Farhan mengungkapkan rasa syukur atas flyover Nurtanio yang kini sudah selesai dibangun. Jalan layang ini diharapkan dapat memudahkan kendaraan ketika keluar masuk bandara.

“Kalau menurut saya, ini bukan alasan apa-apa. Analisis saya menunjukkan bahwa memang dibutuhkan lompatan untuk pertumbuhan ekonomi. Data BPS menunjukkan bahwa salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung adalah sektor transportasi, khususnya Bandara Husein. Demikian juga Yogyakarta, dan dua-duanya berada di pengawasan TNI AU yang sekarang memang sangat sangat kuat-kuatnya,” pungkasnya.

Dengan rencana reaktivasi dan perbaikan infrastruktur, Bandung berupaya mengembalikan Bandara Husein ke tingkat lalu lintas yang pernah dicapai pada tahun 2019. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas regional dan mendukung pertumbuhan ekonomi kota melalui sektor transportasi.

Bandara Huseinreaktivasi bandaraBandara Adi SutjiptoPrabowo SubiantoSustainable Aerospace ParkKertajatiTNI AU

Komentar

Memuat komentar...