Bandung Bongkar Kios PKL Cicadas, Kembali Trotoar & Pekerjaan
Gambar atau konten salah?
18 Mei 2026 menandai hari di mana puluhan kios pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cicadas, Kota Bandung mulai dibongkar dengan alat berat. Penertiban ini bertujuan mengembalikan fungsi trotoar dan mengurangi kemacetan yang telah menguasai kawasan tersebut selama bertahun‑tahun.
Gubernur Dedi Mulyadi turun langsung ke lapangan. Ia menegaskan bahwa penertiban tidak boleh berhenti hanya pada pembongkaran kios. “Saya telah menyiapkan solusi pekerjaan bagi para pedagang yang terdampak,” ujarnya.
Sebelum penertiban dimulai, Dedi berdialog dengan Koordinator PKL Cicadas, Amang Herman. Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat melakukan penataan kawasan dan membongkar kios‑kios yang berdiri di atas trotoar.
Kita sepakat untuk melakukan penataan, kios‑kiosnya dibongkar dirapikan nanti saya beri solusi pekerjaan untuk pedagang kaki limanya, kata Dedi dalam keterangannya.
Menurut Dedi, persoalan utama pascapenertiban bukan sekadar membongkar bangunan liar, melainkan memastikan para pedagang tetap memiliki penghasilan. Ia menilai solusi pekerjaan lebih realistis dibanding relokasi yang belum pernah menyelesaikan masalah PKL di Bandung.
Sekarang saya memberi solusi buat memenuhi isi perut mereka, setelah dibongkar mereka mau kemana supaya tetap punya penghasilan, ujarnya.
Penataan kawasan Cicadas juga mendukung proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Trotoar di kawasan tersebut nantinya akan dikembalikan sepenuhnya bagi kenyamanan pejalan kaki.
Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Tulus Arifan, menegaskan bahwa trotoar harus kembali difungsikan sebagaimana mestinya. Penertiban kali ini merupakan kelanjutan dari apa yang telah dilakukan Pemkot Bandung sebelumnya.
Kurang lebih baru 20‑an kios dan ini masih berjalan. Ini meneruskan yang sudah diselesaikan oleh Kota Bandung, ujar Tulus.
Tulus menambahkan bahwa pendataan jumlah keseluruhan kios yang akan ditertibkan masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung, karena kawasan tersebut berada di bawah kewenangan kota. Ia memastikan komunikasi telah dilakukan secara langsung antara gubernur dan koordinator PKL.
Sudah berkomunikasi dengan koordinator pedagang dan kami fokus pada penertiban saja, pungkasnya.
Penertiban ini menandai langkah konkret dalam mengatur ruang publik di Bandung. Dengan mengembalikan trotoar dan menyediakan solusi pekerjaan bagi pedagang, pemerintah berharap kawasan Cicadas dapat menjadi lingkungan yang lebih teratur dan nyaman bagi semua.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
