Bandung Lautan Api Ditunda, Wali Kota Tunda Lebaran

Putri N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Bandung Lautan Api Ditunda, Wali Kota Tunda Lebaran

Gambar atau konten salah?

Bandung Lautan Api adalah peristiwa sejarah yang terjadi pada tanggal 24 Maret. Pada 28 Maret 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengumumkan bahwa peringatan tahunan ini akan ditunda. Ia menyatakan, “Peringatannya kita tunda dulu, karena konsepnya menurut saya masih perlu dimatangkan lagi.”

Keputusan tersebut didorong oleh dua alasan utama. Pertama, konsep peringatan masih dalam tahap penyusunan. Kedua, peringatan tersebut akan berlangsung bersamaan dengan libur Lebaran 2026, yang dapat mengganggu persiapan dan partisipasi warga. Farhan menambahkan, “Insyaallah mungkin sekitar bulan April akan kita laksanakan. Kan tadinya mau dilaksanakan tanggal 24 Maret tapi kan masih libur lebaran. Terus 29 Maret kita masih baru mulai bekerja, jadi enggak sempat latihan sama sekali. Nah, mungkin sekitar bulan April lah kita akan laksanakan.”

Farhan juga mengungkapkan usulan baru untuk peringatan: sebuah dramaturgi yang menampilkan narasi sejarah. Ia mengatakan, “Saya sangat senang mendengar beberapa konsep yang akan dibuat, jadi bentuk seperti sebuah dramaturginya, ada dramaturginya. Nanti kita bikin. Cuman memang karena idenya dadakan jadi kita mesti menyiapkannya dengan lebih baik.” Ide ini diharapkan dapat meningkatkan dampak edukatif dan emosional peringatan.

Selain logistik, Farhan menegaskan tujuan peringatan sebagai media edukasi bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa Bandung memiliki peran sejarah yang tak terlupakan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Semangat Bandung Lautan Api adalah semangat di mana seluruh warga Bandung waktu itu menyatakan siap berkorban untuk utuhnya konsep kebangsaan Negara Republik Indonesia hadir di Kota Bandung. Pengorbanan yang begitu luar biasa itu ternyata akhirnya dicatat sebagai salah satu kejadian yang mempengaruhi hasil dari negosiasi kita di meja perundingan di PBB. Sehingga akhirnya bentuk negara kesatuan Republik Indonesia pun tetap utuh, ada, tidak terpecah-pecah,” ujarnya.

Farhan menutup pidatonya dengan mengingatkan pentingnya pengorbanan tersebut. Ia menegaskan, “Karena waktu itu kalau sampai tidak ada Bandung Lautan Api, maka Kota Bandung akan terbelah dua. Bandung milik Kolonial Belanda dan Bandung milik Republik, pan aneh. Justru karena adanya pengorbanan itu akhirnya Kota Bandung keseluruhannya menjadi ini milik negara Republik Indonesia. Maka mari kita hargai dan kita hormati pengorbanan seluruh rakyat Kota Bandung untuk persatuan Republik Indonesia.”

Dengan menunda peringatan, Pemkot Bandung memberi ruang bagi persiapan konsep yang lebih matang dan memastikan partisipasi warga tidak terganggu oleh libur Lebaran. Perubahan jadwal ini juga menegaskan komitmen kota untuk menjaga nilai sejarah dan semangat persatuan yang melekat pada Bandung Lautan Api.

Bandung Lautan ApiPeringatan TahunanMuhammad FarhanLibur LebaranDramaturgiEdukasi Generasi MudaPersatuan NKRI

Komentar

Memuat komentar...