Bandung Pertimbangkan WFH Kamis Mengurangi Harga Energi
Gambar atau konten salah?
Pemerintah sedang meninjau skema kerja fleksibel atau WFH sebagai upaya menanggulangi kenaikan harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Usulan pertama menekankan bekerja dari rumah setiap hari Jumat. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat maupun Provinsi Jawa Barat.
Perbedaan jadwal muncul: pemerintah pusat mengusulkan WFH pada hari Jumat, sementara pemprov Jawa Barat menyarankan hari Kamis.
Farhan mengutip, “Kami masih menunggu juklak (petunjuk pelaksana) dan juknisnya (petunjuk teknis). Pemerintah provinsi menyarankan WFH setiap Kamis, sementara pemerintah pusat menyarankan Jumat.”
Selain pegawai, Farhan juga memikirkan skema PJJ atau pembelajaran jarak jauh bagi siswa jika kebijakan tersebut diterapkan. Ia menambahkan, “Kami masih melihat situasi, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah perlu menerapkan PJJ.”
Farhan optimistis pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap aman. Ia menegaskan, “Krisis energi sangat bergantung pada pemerintah pusat. Hingga saat ini, Pertamina menjamin pasokan BBM masih aman dan belum ada tanda kenaikan harga BBM subsidi.”
Keputusan akhir masih menunggu petunjuk teknis. Kebijakan akan disesuaikan dengan situasi yang terus berkembang.
Situasi ini menunjukkan pemerintah tengah mengoordinasikan kebijakan fleksibel dan pengelolaan energi untuk menanggulangi dampak konflik internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
