Bandung Serahkan 13.000 Hewan Kurban, Pemeriksaan Menyeluruh
Gambar atau konten salah?
Bandung, 25 Mei 2026 – Pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban di Kota Bandung sudah mencapai ribuan unit. Menurut petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), lebih dari 13 ribu hewan sudah terdaftar dan diperiksa, sementara perkiraan total yang akan datang diperkirakan mencapai 18 ribu.
“Per Tanggal 24 Mei 2026, sudah sekitar 13 ribu hewan kami periksa. Estimasi sekitar 18 ribu, petugas masih di lapangan melakukan pemeriksaan,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Wilsandy, Senin, 25 Mei 2026.
Wilsandy menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan di 30 kecamatan di seluruh wilayah Kota Bandung. Tim yang terlibat terdiri dari 184 petugas, termasuk petugas internal DKPP, 6 dokter hewan, paramedis, dan petugas terlatih pemeriksaan antemortem. Selain itu, 22 orang dari Prodi Kedokteran Universitas Padjadjaran, 10 orang dari PDHI Jabar I, dan 15 orang dari Telkom University turut membantu. Sisanya adalah petugas lokal yang sudah berpengalaman.
“Petugas 184 orang, terdiri dari petugas internal DKPP dan dokter hewan 6 orang, paramedis dan petugas terlatih pemeriksaan antemortem, Prodi Kedokteran Unpad 22 orang, PDHI Jabar I 10 orang, Telkom University 15 orang dan sisanya petugas kita,” ungkapnya.
Di lapangan, fokus utama pemeriksaan adalah pada domba dan sapi. Kerbau masih jarang ditemukan dan belum terdaftar dalam proses ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas hewan sehat dan layak, meski beberapa mengalami gangguan ringan akibat perjalanan jauh atau perubahan lingkungan. Sakit mata, diare, dan kondisi adaptasi lainnya biasanya ditangani dengan pemisahan sementara dan perawatan medis.
“Sementara itu, menurut Wilsandy, jika ada hewan yang tidak sehat atau tidak layak kurban, hal itu akan ditandai dengan stiker yang dikeluarkan DKPP Kota Bandung.”
Prosedur antemortem juga mencakup penandaan stiker untuk hewan yang sakit atau memerlukan perawatan. Petugas akan memantau ulang dan melakukan treatment. Jika hewan sembuh, ia dapat diperjualbelikan kembali. Namun, bila ditemukan penyakit berbahaya, hewan tersebut langsung dikembalikan ke daerah asal.
“Pemeriksaan antemortem, misalkan sakitnya sakit bisa dan bisa diobatin biasanya kita minta dipisahkan, nanti petugas pemantau ulang sambil lakukan treatment, nanti kalau misalnya sudah sembuh, nanti baru boleh diperjualberikan kembali tapi nanti kalau bisa ditemukan penyakit-penyakit yang tadi berbahaya bisa berdampak luas biasanya langsung kami kembalikan ke daerah asal,” jelasnya.
Wilsandy menegaskan bahwa belum ada hewan yang terjangkit penyakit berbahaya. Semua hewan yang masuk ke Kota Bandung harus membawa surat keterangan kesehatan hewan dari dokter berwenang di daerah asal. Selain itu, hewan harus memenuhi persyaratan syariah, seperti umur yang cukup dan tidak cacat.
“Alhamdulillah sampai saat ini untuk dari sisi kesehatan belum ditemukan, karena kan salah satu persyaratan juga yang masuk ke Kota Bandung harus memenuhi administrasi, administrasi salah satunya surat keterangan kesehatan hewan dari dokter berwenang di daerah asal itu juga wajiban yang dibawa oleh para penjual untuk masuk ke Kota Bandung, salah satunya lagi dari sisi kelayakannya dari sisi kelayakannya itu berarti ketentuan untuk memenuhi unsur syariahnya, jadi tadi misalnya cukup umur, yang tidak cacat, yang tidak layak itu belum masuk kategori umur yang dipersyaratkan biasanya belum cukup umurnya,” pungkasnya.
Dengan jumlah petugas yang banyak dan prosedur pemeriksaan yang ketat, proses kurban di Kota Bandung bertujuan menjaga kesehatan hewan dan kepatuhan terhadap standar syariah. Hasil positif menunjukkan bahwa upaya ini berhasil meminimalisir risiko penyakit dan memastikan hewan kurban layak bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu