Bandung Siapkan Cadangan BBM, Jaga Pengangkutan Sampah

Bayu K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Bandung Siapkan Cadangan BBM, Jaga Pengangkutan Sampah

Gambar atau konten salah?

Bandung, 4 Mei 2026 – Pemerintah Kota Bandung kembali memikirkan cara mengatasi masalah pengelolaan sampah setelah harga BBM nonsubsidi melonjak. Kenaikan tersebut membuat anggaran pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti menjadi lebih tinggi.

Rata‑rata, armada truk pengangkut sampah Kota Bandung melakukan 127 ritase setiap harinya. Semua truk menggunakan BBM nonsubsidi jenis Dexlite. Pada Senin 4 Mei 2026, harga Dexlite naik Rp 2.400 per liter, dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter. Lonjakan ini langsung menekan biaya operasional pengangkutan sampah.

“Jadi, angkutan persampahan kita itu tidak menggunakan BBM bersubsidi, tapi yang nonsubsidi. Tentu akan berdampak dengan adanya situasi global seperti saat ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, pada Rabu 6 Mei 2026.

Darto menjelaskan bahwa, berdasarkan perhitungan DLH, kenaikan BBM nonsubsidi fase pertama membuat anggaran pengangkutan sampah hanya cukup untuk 10 bulan. Setelah kenaikan terbaru, anggaran tersebut semakin terkikis dan diperkirakan hanya mampu membiayai operasional selama 9 bulan, terhitung sejak Januari 2026.

Namun, Darto menegaskan bahwa kendala anggaran dapat diatasi melalui mekanisme APBD Perubahan 2026. “Kekurangan dana untuk pengangkutan sampah akan langsung ditutup dalam pembahasan anggaran tersebut.” Ia menambahkan, “Jadi, tenang. Karena masih ada nanti momen APBD Perubahan.”

Selain itu, DLH Kota Bandung memiliki skema cadangan anggaran BBM untuk memastikan truk tetap beroperasi hingga Januari tahun berikutnya. Langkah ini bertujuan menghadapi masa transisi sebelum anggaran tahun anggaran baru disahkan.

“Kemudian kita antisipasi biasanya memiliki cadangan simpanan BBM itu sampai dengan Januari. Inget loh, ya, Januari itu belum diketok anggarannya. Artinya dengan menggunakan sistem RFID‑nya Pertamina, yang pakai kartu itu, biasanya kita tuh masih nyimpen stok sampai dengan bulan Januari,” ungkapnya.

Darto menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh terhenti akibat siklus birokrasi anggaran. Dengan cadangan stok yang ada, pengangkutan sampah dipastikan tetap berjalan normal pada masa pergantian tahun. “Jadi enggak ada jeda tuh dari Desember ke Januari itu. Meskipun siklus anggaran kan belum normal berjalan, tapi kita tidak pernah terganggu di siklus yang itu. Karena kita selalu mencadangkan sampai dengan bulan Januari,” tuturnya.

DLH memperkirakan total biaya pembelian BBM untuk armada truk sampah dalam setahun bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Darto menekankan bahwa fluktuasi harga BBM tidak boleh mengganggu ritme pengangkutan sampah di lapangan. “Tentu berdampak terhadap pembiayaan, tapi pengangkutan tidak boleh kena dampak. Harus normal, karena kalau kita hitung kontraksi terhadap pengurangan bulan itu kan bisa diatasi di perubahan,” pungkasnya.

Dengan strategi cadangan BBM dan rencana APBD Perubahan, Kota Bandung berusaha menjaga kelangsungan pengangkutan sampah meski biaya operasional naik. Kesiapan ini penting agar layanan publik tidak terganggu, terutama saat transisi anggaran tahun baru.

pengelolaan sampahBBM nonsubsidiangkutan sampahAPBD Perubahan 2026cadangan BBMharga Dexlitekebijakan lingkungan

Komentar

Memuat komentar...