Bandung Terjun Mendaftar Sekolah Maung, Kuota Terbatas
Gambar atau konten salah?
Di kota Bandung, pada 29 Mei 2026, antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Maung mencapai puncaknya. Ribuan calon murid baru mendaftar melalui jalur khusus yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini menawarkan kesempatan masuk sekolah negeri favorit tanpa terikat sistem zonasi tradisional.
Di SMAN 5 Bandung, Wakil Kepala Sekolah Dadan Hamdani melaporkan bahwa jumlah pendaftar terus melonjak hingga hari terakhir pendaftaran. Ia menyatakan, “Ada 900 hampir 1.000 untuk jalur rapor saja, kalau digabung (dengan jalur lain) sudah lebih dari 1.000 pendaftar.” Pendaftar ini menandai minat tinggi masyarakat untuk masuk sekolah negeri tanpa batasan zonasi. Namun, kuota yang tersedia jauh lebih sedikit, yakni 320 murid baru.
Dadan mengakui bahwa pelaksanaan SPMB Sekolah Maung sempat mengalami kendala teknis pada awal pendaftaran. Ia menjelaskan, “Di hari pertama awal terkendali aplikasi, kedua TKA belum muncul baru di hari ketiga keempat baru ada pendaftar dan mulai banyak pendaftar di hari Kamis.” Kendala ini memengaruhi alur pendaftaran, namun akhirnya banyak pendaftar yang berhasil mendaftar pada hari Kamis.
Mayoritas pendaftar berasal dari Kota Bandung, namun ada juga calon siswa dari luar daerah yang mencoba peruntungan melalui jalur tersebut. Dadan menambahkan, “Ada beberapa cuma memang kebanyakan dari Kota Bandung.” Lonjakan serupa juga terjadi di SMAN 3 Bandung, di mana Kepala Sekolah Solihin menyebut total pendaftar telah menembus angka seribu orang dengan dominasi jalur prestasi rapor. Ia berkata, “Secara umum ini sudah di atas 1.000 pendaftar dengan mayoritas pendaftar paling banyak ada di jalur prestasi rapor, itu hampir 800 lebih.”
Solihin menjelaskan bahwa jalur non‑akademik juga ramai peminat karena memiliki kategori yang cukup luas. Ia menyatakan, “Yang kedua adalah prestasi non akademik, itu juga lumayan ramai karena variasinya lumayan banyak.” Jalur non‑akademik mencakup berbagai bidang seperti olahraga, seni, tahfiz, hingga kepemimpinan organisasi sekolah. Ia menambahkan, “Non-akademik ini lebih kepada olahraga mungkin kayak olahraga karena kan mungkin variasinya banyak ya, olahraga juga ada FS2N, FS3N, kemudian juga Tahfiz, kemudian juga ada jalur kepemimpinan ya kayak ketua OSIS dan Pratama.”
SMAN 3 Bandung menyediakan total kuota 320 siswa untuk 10 kelas. Karena jumlah pendaftar jauh melampaui kapasitas, seluruh peserta akan diseleksi berdasarkan sistem peringkat. Solihin menjelaskan, “Kuotanya 320 ya untuk 10 kelas. Berarti 32 per kelas.” Ia juga menjabarkan prosedur seleksi: “Apabila melebihi kuota ada seleksi ya. Misalkan kuota nilai rapot itu kan ada 50% berarti 160. Ya, kita urutkan dari yang terbesar sampai dengan terkecil berarti kalau di atas 160 ya berarti tidak terseleksi, di rangking artinya.” Bagi yang tidak terseleksi, mereka masih dapat mengikuti seleksi di jalur SMA reguler sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menambahkan, “Bagi yang tidak terseleksi sesuai dengan regulasi bisa ikut ke yang jalur SMA reguler.”
Proses seleksi jalur non‑akademik didasarkan pada bobot prestasi dan nilai rapor. Sertifikat prestasi menjadi komponen utama penilaian. Solihin menjelaskan, “Jadi ada berdasarkan pada nilai dari sertifikat, itu ada tabelnya mulai dari internasional, nasional dan minimal provinsi. Jadi enggak bisa tingkat kabupaten, kota. Itu nilai bobotnya 60% ditambah dengan 40% dari nilai rapot. Tetap di ranking lagi akhirnya apabila melebihi kuota.”
Pengumuman hasil seleksi SPMB Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026. Solihin menegaskan, “Pengumuman tanggal 8 Juni.” Ia juga menilai bahwa meskipun sempat muncul gangguan teknis pada aplikasi pendaftaran, masyarakat kini sudah lebih terbiasa mengikuti sistem pendaftaran daring. Ia menutup dengan, “Kalau kendala pada ke teknis ya mungkin ke aplikasi yang memang sering ada kendala. Kalau dari masyarakat sih relatif masyarakat umum karena sudah terbiasa di online ya mungkin tidak terkendala sih.”
Program Sekolah Maung menunjukkan bagaimana pemerintah daerah mencoba membuka pintu pendidikan bagi calon siswa melalui jalur alternatif. Dengan kuota terbatas dan seleksi berbasis peringkat, program ini menuntut persiapan matang bagi para calon murid. Hasil seleksi yang akan diumumkan pada 8 Juni 2026 akan menentukan siapa yang berhasil masuk ke SMAN 3 atau SMAN 5 Bandung melalui jalur ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz