Bandung Zoo Terguncang, Dua Harimau Benggala Meninggal
Gambar atau konten salah?
Bandung Zoo menjadi sorotan setelah dua harimau Benggala, Huru dan Hara, meninggal. Kematian ini menambah catatan penting dalam upaya konservasi di wilayah tersebut.
Huru dan Hara lahir dari pasangan induk Shah Rukh Khan (22 tahun) dan Jelita (4,5 tahun) pada 12 Juli 2025. Kedua harimau tersebut terinfeksi virus panleukopenia, dan Hara menjadi korban pertama, diikuti oleh Huru.
Setelah kejadian ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menegaskan bahwa Kebun Binatang Bandung tetap berfungsi sebagai lembaga konservasi dan rumah bagi satwa endemik di Jawa Barat.
“Lembaga konservasi itu kan punya juga kewajiban seperti kebun binatang ini, jadi kegiatan reproduksi dari satwa langka yang ada di kebun binatang Bandung ini tidak boleh berhenti. Selanjutnya yang belum pernah dilakukan oleh Kebun Binatang Bandung adalah upaya untuk melakukan pelepasliaran, itu nanti akan jadi tujuan,” katanya, Kamis (26/3/2026). “Dan yang ketiga adalah memastikan bahwa satwa langka endemik Jawa Barat pun harus menjadi salah satu yang bisa direproduksi di Kebun Binatang Bandung ini,” tambahnya.
Farhan menekankan pentingnya biosecurity. “Nah tentunya kami harus meningkatkan berbagai macam cara dan metode untuk memastikan, satu biosekurity-nya aman. Kedua penanganan pencegahan juga dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan yang ketiga tata kelola yang baik yang harus kami selesaikan dalam waktu satu bulan ini,” ungkapnya.
Ia juga mengumumkan rencana penunjukan lembaga konservasi berbadan hukum sebagai mitra. “Sehingga sebulan ke depan kita sudah bisa menentukan bersama secara fair gitu ya. Pemerintah akan menunjuk lembaga konservasi berbadan hukum yang bisa dijadikan sebagai mitra dalam skema kerjasama pemanfaatan Kebun Binatang Bandung,” tuturnya.
Farhan menanggapi kritik yang muncul. “Tantangannya besar. Saya tahu karena banyak sekali kritik yang mengatakan bagaimana mungkin kalau anak harimau, ini tantangannya di situ. Bahwa memang menuju langkah perbaikanlah tidak semudah itu. Keterbukaan kami dalam hal ini tentu saja menunjukkan bahwa kami ingin masyarakat terlibat secara aktif. Kritik, masukan akan sangat kami perhatikan dengan transparansi yang seperti sekarang ini. Insya Allah kita akan punya rasa memiliki yang kuat terhadap kebun binatang sebagai lembaga konservasi,” katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan permohonan maaf. “Saya mohon maaf karena sampai sekarang kita masih demi kepentingan biosecurity, memang Drenten masih belum bisa dibuka sampai kita betul-betul yakin pengelolaannya sudah sangat baik baru kita akan buka nanti untuk masyarakat,” pungkasnya.
Bandung Zoo saat ini telah disegel oleh Kementerian Kehutanan. Rencana ke depan mencakup evaluasi tata kelola, peningkatan biosecurity, dan penyesuaian kebijakan agar lembaga ini dapat tetap melestarikan satwa endemik sekaligus melayani publik dengan aman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
