Banjir Deras di Klaten: Desa dan Jalan Terendam, Kendaraan Mogok
Gambar atau konten salah?
Hujan deras yang melanda Kabupaten Klaten pada 15 April 2026 membuat beberapa desa di wilayah timur terendam. Beberapa kendaraan mogok setelah menerjang genangan air di jalan raya antarkecamatan.
Pada pukul 09.00 WIB, air masih merendam beberapa desa di wilayah timur. Di Desa Kingkang dan Desa Gunting, Kecamatan Wonosari, air masuk ke permukiman warga sekitar 1 meter.
Di Jalan Raya Jelobo‑Samben, lalu lintas dialihkan di Desa Kingkang karena jalan terendam. Banjir setinggi sekitar 70 sentimeter masih di jalan dan rumah warga sekitar Sungai Buntung.
Di Kecamatan Juwiring, air merendam permukiman, pertokoan, dan jalan di Desa Taji, Juwiran dan Carikan. Jalan raya Daleman‑Karangdowo terendam air di sepanjang 100 meter dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter. Lalu lintas tersendat karena kendaraan harus melaju pelan. Beberapa mobil dan sepeda motor yang nekat akhirnya mogok dan terpaksa didorong.
Di Desa Jetis, Kecamatan Juwiring air Sungai Kaligawe merendam sawah, jalan dan SD serta TK. Ketinggian mencapai sekitar 70 sentimeter di kompleks sekolah. Air mulai masuk itu sekitar pukul 02.00 WIB setelah hujan sejak sore sampai malam. Subuh itu besar‑besar air, kata Denis, warga Desa Carikan, Kecamatan Juwiring yang kiosnya terendam kepada detikJateng, 15 April 2026.
Penampakan banjir yang rendam permukiman warga di Desa Gunting, Kecamatan Wonosari, Klaten, 15 April 2026. Denis melanjutkan, “Ya mengganggu karena juga banyak motor dan mobil mogok. Ini karena pembuangan air kurang lancar kayaknya,” lanjutnya. Nova, warga Desa Gunting, menambahkan, “Saluran pada meluap. Memang di sini dekat sungai tapi baru kali ini seperti ini,” kata Nova kepada detikJateng.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan hujan deras turun di wilayah Kabupaten Klaten sejak 14 April 2026 pukul 16.00 WIB. Ada beberapa kecamatan terdampak. “Ada beberapa kecamatan terdampak, ini masih pendataan. Yang banjir di Kecamatan Juwiring, Karangdowo dan Wonosari,” ungkap Syahruna kepada detikJateng.
Banjir di Klaten menimbulkan kerusakan permukiman, kendaraan, dan infrastruktur. Pembuangan air yang kurang lancar menjadi penyebab utama. Penanganan masih dalam proses, sementara warga menunggu air turun dan jalan kembali dapat dilalui.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
