Banjir di Dukuh Solondoko: Tanggul Jebol, 15 Rumah Rusak

Fajar H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Banjir di Dukuh Solondoko: Tanggul Jebol, 15 Rumah Rusak

Gambar atau konten salah?

Pada 03 April 2026, banjir bandang melanda Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Tanggul Sungai Tuntang jebol, menyebabkan air meluap dan menghancurkan beberapa rumah.

Air mengalir dari tanggul yang jebol selebar sekitar 30 meter dan menenggelam permukiman. Beberapa rumah hancur, sisa material dan sampah masih berserakan di sekitar jalan.

“Kurang lebih 15 rumah (yang rusak). Kurang lebih lima rumah yang hilang,” kata Siti kepada awak media di Dukuh Solondoko, Sabtu (4/4/2026).

“(Sudah mengungsi saat) airnya meleber naik, (setelah itu) tanggulnya terus jebol. Tadi malam tidur di rumah saudara,” ujar Siti.

“Kalau yang di sini sekitar 40 warga. Yang sekitar sini saja RT 1 RW 5. Saat ini belum ada bantuan yang masuk, untuk logistik dari luar pun belum ada yang masuk,” kata Zidin.

“Untuk makan kita masih makan seadanya, nggak bisa masak. (Yang saat ini dibutuhkan) Ya pampers, obat-obatan, tolak angin, terus makanan. Tadi malam tidur di sini semua (garasi rumah warga yang tidak terdampak banjir), jaga motor,” tutur Zidin.

“Untuk yang di wilayah Dukuh Solondoko kurang lebihnya ada 100 KK (yang terdampak banjir). Situasi saat ini air sudah mulai surut, namun untuk wilayah yang jebol masih akan perbaikan. Materialnya sudah datang, bambu dan sebagainya sudah datang,” jelas Suyitno.

Belasan rumah di kawasan tersebut rusak parah. Warga masih menunggu bantuan logistik yang belum tiba. Saat ini mereka beristirahat di tempat seadanya, menjaga barang-barang pribadi, sambil menunggu perbaikan tanggul.

Tidak ada laporan korban jiwa, namun kerusakan properti cukup signifikan. Pihak berwenang menginformasikan bahwa perbaikan tanggul sedang dilakukan, dan material sudah mulai dikirim.

Situasi masih menantang. Warga tetap mengandalkan bantuan luar, namun belum ada yang masuk. Kerusakan rumah dan kebutuhan dasar masih menjadi fokus utama.

banjir bandangTanggul Sungai TuntangDukuh Solondokokebutuhan bantuanperbaikan tanggulrumah hancurpengungsi

Komentar

Memuat komentar...