Banjir di Grand Permata: Warga Minta Normalisasi Sungai
Gambar atau konten salah?
Perumahan Grand Permata di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang mengalami banjir pada 4 Mei 2026. Warga berharap pemerintah melakukan normalisasi sungai dan perbaikan talud agar kejadian serupa tidak terulang.
Warga setempat sekaligus Ketua RT 8 RW 3, Juliyanto berusia 38 tahun, melaporkan banjir memulai di wilayahnya sekitar pukul 17.30 WIB. Ia menambahkan, “Tadi masuk di perumahan kita itu sekitar jam 17.30 WIB sampai jam 18.00 WIB. Air mulai masuk besar sekitar jam 19.00 WIB,” saat dihubungi.
Juliyanto menegaskan bahwa ketinggian air di bagian paling belakang perumahan mencapai sekitar 50 sentimeter. Ia berkata, “(Di wilayah perumahan) yang paling belakang, ketinggian banjir itu sekitar 50 sentimeter. (Banjir) Hanya di terasnya saja,” sambungnya.
Menurutnya, banjir disebabkan oleh hujan deras yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dan juga aliran air dari wilayah atas. Juliyanto menjelaskan, “(Hari ini) Hujan deras dari sekitar jam 15.30 WIB. Ya sering (banjir) Mas, tergantung intensitas hujan yang ada di Ungaran Timur dan sekitar itu kalau hujan. Kemudian kalau (debit air) sungainya tinggi ya pasti masuk (ke perumahan),” ia menambahkan.
Dalam perumahan tersebut, puluhan rumah terdampak. Juliyanto menyebut, “Kalau terdampak, yang sudah menghuni sekitar 43 rumah. Perumahan yang terdampak, yang saya ketahui perumahan Grand Permata sama Griya Rowosari Permai,” ia ungkap.
Setelah banjir surut pada pukul 20.30 WIB, Juliyanto berharap pemerintah mempertimbangkan normalisasi sungai. Ia menyatakan, “(Banjir surut sekitar pukul) 20.30 WIB. Inginnya pemerintah mempertimbangkan normalisasi sungai. Di tempat kita itu kemarin habis ambrol taludnya. Sudah diperbaiki swadaya, tapi beberapa titik belum bisa kita perbaiki karena itu belokan arus sungai,” pungkasnya.
BPBD Kota Semarang belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi mengenai kejadian banjir di wilayah Perumahan Grand Permata.
Fakta-fakta ini menyoroti betapa seringnya wilayah tersebut mengalami banjir, serta kebutuhan akan tindakan preventif seperti normalisasi sungai dan perbaikan talud untuk melindungi penduduk dan properti di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
