Banjir di Grobogan Menyerang 300 Rumah di Sukorejo

Bayu K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Banjir di Grobogan Menyerang 300 Rumah di Sukorejo

Gambar atau konten salah?

Grobogan, 02 April 2026 – Hujan deras yang turun sejak sore hingga malam menyebabkan sungai-sungai di Kabupaten Grobogan meluap. Akibatnya, beberapa wilayah terendam air, dan ratusan rumah dilaporkan terendam banjir.

Menurut Ipda Arif Suryanto, Plt Kasi Humas Polres Grobogan, daerah yang terdampak meliputi Kecamatan Tegowanu, Kecamatan Tanggungharjo, dan Kecamatan Kedungjati. Ia menegaskan bahwa banjir di setiap kecamatan memiliki tingkat kedalaman dan luas yang berbeda.

Di Kecamatan Tegowanu, Desa Sukorejo menjadi salah satu titik paling parah. Arif menyebutkan bahwa banjir disebabkan oleh luapan air Sungai Renggong. Dusun Jati dan Dusun Dokombo tercatat memiliki 300 rumah yang terendam. “Pukul 21.00 WIB total jumlah rumah warga Desa Sukorejo yang terendam banjir 300 rumah, ketinggian 5-15 sentimeter,” kata Arif. Ia juga menambahkan bahwa ketinggian banjir di beberapa jalan gang mencapai 70 sentimeter. Saat ini, air sudah mulai berangsur-angsur surut.

Di Kecamatan Tanggungharjo, banjir terjadi di Dusun Gedangan, Desa Sugihmanik. Arif melaporkan 38 rumah terendam akibat luapan sungai. “Pukul 20.30 WIB di Dusun Gedangan halaman rumah dan di dalam rumah warga banjir yang disebabkan air sungai meluap,” jelas Arif. Ia menambahkan, “Tinggi air 20 cm, sementara ini debit air berangsur menurun. Rumah terendam air Dukuh Gedangan berjumlah 38 rumah.”

Kapolsek Kedungjati, AKP Endro Suseno, menginformasikan bahwa banjir juga melanda Kecamatan Kedungjati. Desa Ngombak dan Karanglangu menjadi dua desa pertama yang dilaporkan terendam. “Pukul 17.00 WIB di Dusun Kaliratan, Desa Ngombak alami banjir luapan Kali Godo, genangan air 30 cm. Desa Karanglangu alami banjir dampak luapan Sungai Bancak, luapan air di rumah warga 50 cm,” ujar Endro. Ia menegaskan bahwa banjir di dua desa tersebut sudah berangsur surut dan genangan air bergeser ke desa lain seperti Jumo hingga Wates. “Desa Karanglangu info terakhir, air sudah surut, air bergeser ke bawah, desa mungkin terdampak Desa Jumo dan Wates. Untuk Desa Karanglangu dan Desa Ngombak sudah biasa cuma sekadar air lewat, desa tergenang air lumayan lama itu Desa Kalimaro Dsn Lukas, Desa Jumo dan Wates, genangan air biasanya sampai 10 jam,” ujar Endro.

Secara keseluruhan, banjir di Grobogan masih berangsur menurun, namun beberapa wilayah masih mengalami genangan air yang cukup lama. Pihak kepolisian dan dinas terkait terus memantau kondisi dan melakukan evakuasi serta penyelamatan bagi warga yang terdampak.

Keadaan ini menegaskan betapa pentingnya kesiapsiagaan daerah rawan banjir, serta perlunya koordinasi antara kepolisian, dinas kesehatan, dan lembaga lain untuk mengurangi dampak banjir di masa depan.

Banjir GroboganHujan derasSungai RenggongRumah terendamKecamatan TegowanuKesiapsiagaan banjirEvakuasi warga

Komentar

Memuat komentar...