Banjir di Jalan Majalaya-Cicalengka Menghambat Lalu Lintas
Gambar atau konten salah?
Banjir masih menggenangi Jalan Raya Majalaya-Cicalengka, di Ciluluk, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, hingga Senin 13 April 2026 pagi.
Meskipun genangan masih terlihat, akses jalan utama menuju Cicalengka dan Majalaya masih dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, kondisi berbeda di jalur menuju Jalan Cijapati ke Kadungora, Garut. Air cukup dalam, menyulitkan pengendara.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 06:30 WIB menunjukkan genangan di Jalan Majalaya-Cicalengka setinggi betis orang dewasa. Di Jalan Cijapati, ketinggian air antara lutut hingga paha orang dewasa.
Kendaraan di jalur utama masih relatif aman, meski harus memperlambat. Banyak pengendara motor mengalami mogok saat mencoba melintasi jalur Cijapati. Sebagian pengemudi mobil memilih menghindari jalur tersebut.
Yusran, salah satu pengendara, mengeluhkan kondisi banjir yang mengganggu aktivitasnya. Ia bekerja di Ujungberung, Kota Bandung, dan biasanya menggunakan Jalan Sapan. Ia berkata: "Saya kerja di Ujungberung, biasanya Jalan Sapan, Sapan banjirnya masih gede, eh jalan sini juga banjir," "Jalannya bisa dilintasi, tapi macetnya minta ampun,".
Dian, pengendara lain yang mengalami mogok di jalur Cijapati, mengaku tidak menyangka genangan cukup dalam. Ia berkata: "Kirain gak gede, ternyata gede, dalem banget, di atas lutut,". Ia berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Dian menambahkan: "Banjirnya gak usai-usai, harus ada perubahan, gak ada solusi, kalau hujan ya banjir terus,".
Kondisi ini menyoroti kebutuhan akan tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk mengatasi banjir di wilayah Bandung. Peningkatan sistem drainase dan pemeliharaan jalur utama menjadi penting agar masyarakat dapat melintasi jalan tanpa hambatan. Upaya ini penting untuk mencegah kerugian ekonomi dan sosial.
Banjir di wilayah Bandung membuat banyak pengendara terganggu dan menuntut tindakan cepat dari pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
