Banjir Parah Luwu Utara, 408 Warga Mengungsi ke Posko BPBD
Gambar atau konten salah?
Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sedang mengalami banjir parah. Sebanyak 408 warga dari Desa Bangun Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, terpaksa mengungsi ke posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) karena rumah mereka tenggelam.
Kepala BPBD Lutra, Agunawan, mengatakan, “Untuk saat ini yang mengungsi total ada 408 jiwa dari Desa Bangun Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, ini yang benar kita beri makan setiap hari.” Ia menegaskan bahwa ratusan warga berasal dari Dusun Seruni, Melati, dan Anggrek. Dua dari tiga dusun tersebut sudah mulai dikosongkan karena rumah warga tenggelam.
Agunawan menambahkan, “Yang total kami kosongkan itu 2 dusun, karena betul-betul sudah tenggelam. Di sana banjir datang bersama kayu dan pasir.” Ia juga menginformasikan bahwa masih ada 6 desa di tiga kecamatan yang tergenang banjir dengan kedalaman mencapai 120 cm.
Desa yang terdampak meliputi Desa Lembang-lembang di Kecamatan Baebunta Selatan, Desa Limbong Wara di Kecamatan Malangke Barat, serta Desa Pince Pute, Tingkara, Wara, dan Tolada di Kecamatan Malangke.
Agunawan menegaskan, “Untuk kondisi hari ini masih 6 desa yang terdampak dengan kedalaman air hingga 120 cm di titik tertentu.” Ia menegaskan bahwa kondisi banjir semakin memburuk karena curah hujan yang masih sangat tinggi. Tim BPBD, Basarnas, dan Brimob tetap siaga di lapangan, menyalurkan logistik bagi warga terdampak.
Dalam upaya menanggulangi bencana, Pemerintah Kabupaten Lutra telah menetapkan status tanggap darurat banjir. Dari enam kecamatan, sebanyak 3.242 kepala keluarga (KK) terdampak sejak Kamis, 11 Mei 2026. Status tanggap darurat diberlakukan mulai Kamis, 18 Mei 2026 hingga Minggu, 31 Mei 2026.
Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim, menjelaskan, “Sejak tanggal 18 Mei kita telah tetapkan status tanggap darurat atau darurat bencana, ada 6 kecamatan yang berdampak, cuma yang terparah berada di 3 kecamatan.” Ia menambahkan, “Tiga kecamatan yang terendam banjir parah yakni Kecamatan Malangke, Malangke Barat dan Baebunta Selatan. Di Kecamatan Malangke sebanyak 1.999 KK terdampak, di Malangke Barat ada 805 KK, dan di Baebunta Selatan ada 438 KK.”
Dengan ribuan keluarga terdampak dan banyak tempat tinggal yang hilang, pemerintah daerah terus memobilisasi tenaga dan sumber daya. Sementara itu, warga yang masih berada di posko BPBD menunggu bantuan lebih lanjut untuk memulihkan kehidupan mereka setelah banjir menghancurkan rumah dan lingkungan sekitar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
