Banjir Rutin Bandung Paksa Pengendara Jalan Alternatif
Gambar atau konten salah?
Di wilayah Kabupaten Bandung, Jalan Sindangwangi menuju Jalan Bugel di Desa Tegalsumedang, Kecamatan Rancaekek, terlihat ramai. Banyak kendaraan roda dua menempuh rute ini, yang biasanya digunakan oleh petani dan warga sekitar untuk menuju Gedebage.
Jalur ini menjadi alternatif karena Jalan Raya Sapan-Bandung terendam banjir akibat luapan Sungai Cikeruh. Genangan air di jalan utama membuat pengendara harus mencari jalur lain.
Arif, seorang pengendara berusia 34 tahun, mengatakan ia terpaksa menggunakan jalur alternatif tersebut. Ia mengaku, “Infonya masih gede airnya, kepaksa deh harus pakai jalur ini (alternatif),” pada 11 April 2026.
Ia juga mengungkapkan rasa lelah karena rute yang dipilih rumit dan ada kerusakan di beberapa titik akses jalan. Ia berkata, “Jalannya muter kalau harus selalu ke jalan alternatif, tapi ya gimana lagi, kalau gak kerja gak mau jalan sini,”.
Arif berharap ada solusi konkret untuk menangani banjir di wilayah Kabupaten Bandung, karena banyak masyarakat yang dirugikan. Ia menegaskan, “Ya kita sebagai masyarakat mah ingin ada solusi untuk penanganan banjir ini.”
Sama seperti Arif, Dodi, 28 tahun, warga Solokanjeruk, turut mengutarakan keresahan. Ia mengaku, “Tiap banjir gini terus, kita harus jalan alternatif, muter-muter, kadang-kadang juga jalan alternatifnya banjir, mentoknya pake jalan pematang sawah ke KCIC,”.
Dodi berharap Gubernur Dedi Mulyadi dapat memberikan gebrakan nyata dalam menangani banjir yang terus berulang di wilayah tersebut. Ia menegaskan, “Banjir gini-gini terus, semoga ada perhatian dari Pak Dedi. Udah bosen jalan banjir terus.”
Situasi ini menyoroti tantangan infrastruktur di daerah Bandung. Banjir berkala membuat warga harus menavigasi rute alternatif yang berliku, menambah beban perjalanan dan menimbulkan ketidakpastian bagi aktivitas harian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
