Banjir Solo Baru Menghambat Jalan ke Kota Solo, 15 April 2026
Gambar atau konten salah?
Sukoharjo – Banjir yang menggenang di Solo Baru membuat jalan menuju Kota Solo macet parah. Beberapa pengendara terpaksa menyerah karena kendaraan mereka mogok saat menabrak genangan.
Kemacetan paling parah terjadi di ruas jalan dari Patung Pandawa hingga Tanjunganom. Genangan cukup dalam sehingga jalur menuju Kota Solo harus ditutup. “Biasanya dari Pandawa hingga Tanjunganom cuma 3‑5 menit lah. Tapi ini sudah satu jam baru sampai sini,” kata salah satu pengendara motor, Suyanto, saat ditemui di sekitar Patung Soekarno, Rabu (15 April 2026).
Suyanto mengaku berangkat dari rumahnya di kawasan Bulakrejo, Sukoharjo, sejak pagi. Biasanya dia bisa sampai di tempat kerjanya di Solo tepat waktu. “Tapi ini sampai jam masuk kantor saya masih tertahan di sini. Sudah berkali‑kali ditelepon dari kantor, diomeli bos,” ujarnya.
Nasib Suyanto yang mengendarai sepeda motor masih lebih beruntung. Salah satu pengendara mobil, Bagus Suhendro, mengaku butuh waktu hingga lebih dari 1,5 jam untuk melintasi kawasan tersebut. “Terpaksa banyak mengalah dengan sepeda motor yang berebut jalan,” kata dia saat ditemui. Dia menyebut kemacetan di perbatasan Sukoharjo dengan Kota Solo terhitung parah. “Seingat saya nggak pernah macet seperti ini. Mungkin karena jam masuk kerja,” tambahnya.
Bagus juga mengatakan dia harus minta izin ke kantornya karena terlambat kerja. “Kemungkinan nanti sampai kantor telat banget. Kalau tahu seperti ini mendingan tadi motoran,” ujarnya.
Banjar menggenang di sepanjang jalan dari Patung Pandawa ke utara. Genangan semakin parah di utara Tanjunganom sehingga salah satu ruas jalan harus ditutup. (ahr/dil)
Situasi ini menyoroti betapa mudahnya infrastruktur jalan menjadi hambatan ketika terjadi banjir. Pengendara di wilayah ini harus menyesuaikan rencana perjalanan, dan perusahaan harus memikirkan kebijakan kerja jarak jauh atau fleksibilitas waktu. Dengan kondisi ini, penting bagi pihak berwenang untuk memperbaiki drainase dan menyiapkan rute alternatif agar mobilitas tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
