Banjir Tegalluar Rendam 85% Lahan Pertanian, Petani Khawatir
Gambar atau konten salah?
Di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, banjir memaksa ratusan hektare sawah terendam pada 15 April 2026. Petani di sana khawatir gagal panen karena lahan hasil garapan terendam air.
Pengamatan di lokasi menunjukkan banjir menenggelamkan jalan raya, permukiman warga, dan area persawahan. Aktivitas sehari‑hari terganggu, lalu lintas terhenti karena genangan banjir yang meluas.
Galih Hendrawan, Kepala Desa Tegalluar, menegaskan bahwa banjir berdampak pada aktivitas ekonomi desa. Ia mengatakan, “Kita juga di sini kasihan para petani, banyak yang gagal panen. Itu kurang lebih 85 persen lahan pertanian kita terendam.”
Desa Tegalluar memiliki luas wilayah 756 hektare. Dari total tersebut, sekitar 500 hektare merupakan lahan pertanian. Galih menambahkan, “Iya kurang lebih 500 hektarnya adalah lahan pertanian. Tentunya ini lahan pertanian yang ada di Desa Tegalluar gagal panen.”
Para petani kini mencari solusi agar dapat melanjutkan kegiatan bertani. Kepala Desa menegaskan, “Ini ya kita juga harus berempati terhadap para petani yang ada di Desa Tegalluar dan harus menjadi pikiran bersama itu untuk bagaimana caranya kita harus bisa men‑support para petani yang ada di Desa Tegalluar.”
Situasi ini menyoroti betapa pentingnya dukungan komunitas dan pemerintah dalam menghadapi banjir yang mengancam ketahanan pangan lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu