Barry Hoffner Jelajah 193 Negara, Temukan Kopi Jahe di Sudan
Gambar atau konten salah?
Barry Hoffner, mantan bankir asal California, telah menempuh perjalanan panjang ke 193 negara setelah kehilangan istri pada tahun 2017. Keputusan ini muncul sebagai upaya mencari makna baru dalam hidupnya. Ia tidak hanya mengejar pemandangan indah, melainkan juga rasa autentik, mulai dari kopi hingga makanan khas.
Di tengah pandemi, ia memutuskan untuk mengunjungi setiap negara. “Saya sudah sering bepergian sebelumnya, tetapi saat pandemi, saya memutuskan untuk mengunjungi setiap negara. Setelah itu, banyak hal berubah bagi saya,” ungkapnya. Pada 27 April 2026, ia menuliskan pengalaman tersebut dalam sebuah artikel yang kemudian menjadi rujukan bagi banyak pembaca.
Selama perjalanan, Hoffner menemukan kopi terbaik di Sudan. Ia mengatakan, “Pertama kali saya memesan kopi, rasanya berbeda. Mereka menyeduhnya dengan bubuk jahe, dan rasanya sangat enak,” jelasnya. Kombinasi kopi dan jahe memberi sensasi hangat sekaligus kompleks yang jarang ditemui di negara lain.
Pengalaman kuliner yang tak terlupakan datang dari Suriah. Saat merayakan ulang tahunnya di Damaskus, pemandu lokalnya mengundangnya menikmati hidangan rumahan. Beragam makanan seperti sup lentil, baba ghanoush, salad fattoush, kibbeh, labneh, dan muhammara disajikan. Hoffner menggambarkan jamuan tersebut sebagai “Piring dan mangkuknya tidak ada habisnya,” kenangnya. Ia menilai Suriah sedikit lebih unggul dibandingkan Lebanon dalam hal kuliner.
Selain makanan, Hoffner juga menyoroti perjalanan darat terbaiknya di Pakistan, khususnya di Karakoram Highway, salah satu jalan tertinggi di dunia. Ia menulis, “Medannya luar biasa indah,” menambahkan bahwa perjalanan tersebut penuh kejutan karena kondisi jalan yang tak selalu dapat diprediksi.
Keberagaman pengalaman ini menunjukkan bahwa perjalanan bukan sekadar mengunjungi tempat, melainkan juga mencicipi budaya melalui rasa. Dari kopi jahe di Sudan hingga hidangan rumahan di Suriah, serta pemandangan menakjubkan di Karakoram Highway, Hoffner menegaskan bahwa setiap negara memiliki keunikan yang bisa ditemukan lewat lidah. Ia menutup catatan dengan refleksi bahwa perjalanan ini telah mengubah pandangannya tentang dunia dan dirinya sendiri, menekankan pentingnya membuka diri terhadap pengalaman baru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
