Bayi 6 Bulan Ditemukan di Teras Rumah Peterongan Semarang
Gambar atau konten salah?
Di Kelurahan Peterongan, Semarang, warga terkejut ketika menemukan seorang bayi laki‑laki berusia sekitar 6 bulan tergeletak di teras rumah, sambil menangis. Penemuan ini dibagikan melalui sebuah video di akun Instagram @infokejadiansemarang.new pada 05 April 2026.
Video tersebut menampilkan bayi yang digendong oleh seorang warga di depan rumah. Dalam teks caption, pemilik akun menulis: “Tegelmen yo lur, telah ditemukan bayi berjenis kelamin laki laki di daerah peterongan pagi ini lur. Diduga bayi tersebut ditelantarkan oleh orang tuanya,” menandakan dugaan bahwa bayi itu ditinggalkan.
Ketika diminta konfirmasi, pemilik rumah, Nur (56), mengakui kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa ia menemukan bayi itu di teras rumahnya sekitar pukul 06.00 WIB pagi. “Pertama itu saya dengar (suara) nangis. Kayaknya agak sebelah sana. Pikiranku, 'mungkin bayinya tetangga sebelah'. Sudah, aku diam saja, tapi kok ada (suara) nangis lagi,” ujarnya.
Nur menjelaskan bahwa ia mendengar suara tangisan bayi di luar rumah. Ketika membuka pintu, ia terkejut melihat bayi tanpa penutup tubuh, tidak ada selimut, dan tidak ada surat pesan. Ia menambahkan: “Begitu aku buka (pintu), kok ora ana wong (tidak ada orang). Aku nengok, loh tangan bayinya sudah seperti ini (melambai) kaya njaluk (seperti minta) tolong, sambil nangis,” dan “Malam-malam belum kedengeran, baru pagi ini. Kalau anakku dengernya jam 05.00 WIB memang ada orang nangis, tapi tak kira anak tetangga sebelah. Aku buka pintu wis nang kono (sudah di situ),”.
Ia juga menegaskan kondisi bayi tersebut: “Di atas gombal (kain). Nggak, ditutup selimut, digeletakkan. Gendongannya digelar, ditaruh di atasnya, ngono tok (gitu aja). Bayinya laki-laki,” dan menilai bayi itu sudah 6 bulan dan sehat, gemuk, serta terlihat baik. Ia tidak mengetahui siapa yang meninggalkannya di teras.
Nur segera menghubungi tetangga dan memanggil pihak RT, RW, serta lurah setempat. Polisi juga datang ke lokasi. Ia mengaku ada CCTV di dekat area, namun rekaman terlihat buram sehingga tidak dapat mengidentifikasi siapa yang meletakkan bayi itu. “Ada CCTV tapi buram, nanti polisi mau ke sini lihat CCTV di samping, soalnya pemiliknya pada pergi,” jelasnya.
Setelah investigasi, Camat Semarang Selatan, Sunardi menginformasikan bahwa bayi tersebut sudah diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Semarang. Ia menegaskan bahwa bayi sudah “Sudah dibawa Dinsos, sudah dikasihkan ke yayasan anak, dinyatakan aman, sehat. Sudah dirawat yayasan anak,” menambahkan.
Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan warga dalam melaporkan penemuan bayi atau anak terlantar. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang agar anak-anak yang rentan dapat segera mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
