BBWS Rencanakan Lebarkan Sungai Plumbon 25m di Semarang

Dwi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
BBWS Rencanakan Lebarkan Sungai Plumbon 25m di Semarang

Gambar atau konten salah?

BBWS Pemali Juana telah memutuskan untuk melakukan normalisasi sekaligus pelebaran Sungai Plumbon di Kota Semarang. Langkah ini diambil setelah banjir berulang terjadi akibat tanggul yang jebol. Proyek ini memerlukan pembebasan 318 bidang tanah sepanjang sungai.

Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, menjelaskan bahwa pihaknya sedang meneliti pengendalian banjir melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Ia berkata, “Jadi tahun ini kita sedang melakukan kajian melalui NUFReP yang digunakan dana loan untuk melaksanakan kegiatan pengendalian banjir di Sungai Plumbon,” di Mangkang Kulon, Selasa (19 Mei 2026).

Sudarto menekankan bahwa normalisasi saja tidak cukup. Sungai saat ini hanya lebar sekitar 10 meter dan harus diperlebar menjadi 25 meter agar dapat menampung debit air yang semakin tinggi. Ia menambahkan, “Sungai kita hampir seluruh Indonesia sudah tidak mampu karena kondisi tutupan lahan di hulunya sudah habis. Ada yang jadi perumahan dan lain‑lain sehingga memang kapasitas dulu mampu, sekarang sudah tidak mampu sehingga harus dilebarkan,” lalu melanjutkan, “Jadi tidak cukup normalisasi saja tapi harus dilebarkan. Yang ini sekarang kurang lebih 10 meter, nanti akan diperlebar menjadi 25 meter,” sambungnya.

Untuk mewujudkan pelebaran, BBWS memerlukan pembebasan lahan sepanjang sungai. Sejak tahun 2024, BBWS dan kementerian sudah membebaskan 92 bidang dari total 318 bidang. Sisa 246 bidang masih harus diselesaikan, dan rencana anggaran perbantuan diusulkan pada tahun 2026. Sudarto mengungkapkan, “Kebutuhan anggaran pembebasan lahan berdasarkan kajian tahun lalu diperkirakan mencapai Rp 171 miliar untuk sisa bidang yang belum dibebaskan,” serta menambahkan, “Yang sekarang sekitar 226 bidang itu Rp 171 miliar, itu menurut kajian tahun lalu,” katanya. Ia juga menyebut panjang sungai yang akan dibebaskan mencapai 22 km, namun hanya di spot‑spot tertentu.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa pemerintah kota siap mendukung proses penanganan banjir dan pembebasan lahan. Ia berkata, “Kita akan menunggu hasil ukurannya, mana saja yang memang harus dibebaskan dan Pemerintah Kota siap untuk menyelesaikan urusan banjir dan luapan sungai ini,” dan menambahkan, “Banjir kali ini berdampak pada 333 kepala keluarga atau sekitar 1.252 warga di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat,” serta “Dari Januari ada 18 titik ambrol, karena debit airnya terlalu besar dan mendadak,” ujarnya.

Proyek normalisasi dan pelebaran Sungai Plumbon bertujuan mengurangi risiko banjir di Semarang. Dengan pembebasan lahan, anggaran yang cukup, dan dukungan pemerintah kota, langkah ini diharapkan dapat menstabilkan aliran sungai dan melindungi ribuan warga yang terdampak.

BBWS Pemali JuanaSungai PlumbonnormalisasipelebaranbanjirNUFRePpembebasan lahanSemarang

Komentar

Memuat komentar...