Bekas Mie Babi Ditemukan di Rak Halal Hawker Singapura
Gambar atau konten salah?
Di pusat kuliner kaki lima di Singapura, sebuah kejadian tak terduga menimbulkan kemarahan di kalangan pengunjung. Sebuah hawker center, yang dikenal dengan nama Old Airport Road Food Centre, menjadi saksi ketika bekas piring mie babi dipindahkan ke area pengembalian alat makan yang seharusnya hanya untuk makanan halal.
Seiring meningkatnya kesadaran akan kebutuhan makanan halal di seluruh dunia, Singapura pun memperketat aturan penanganan makanan halal dan nonhalal. Di banyak hawker, terdapat rak khusus untuk mengembalikan bekas piring, sendok, dan peralatan lain. Namun, pada tanggal 13 April 2026, rak tersebut terisi mangkuk bekas bak chor mee, sebuah hidangan mie ala Chinese yang mengandung daging babi cincang.
Seorang pengunjung, bernama Abdul Latiff, memposting foto-foto kondisi rak tersebut. Dalam gambar yang diambil pada 13 April 2026, terlihat jelas mangkuk, sendok, dan peralatan lain yang berasal dari bak chor mee diletakkan bersamanya. Abdul menyatakan, “Ini selalu dilakukan oleh salah seorang yang kerap meletakkan makanan non-halal mengandung babi pada area pengembalian halal,” ujarnya.
Abdul juga mengaku pernah menegur orang tersebut. Ia menambahkan, “Saat aku pergi untuk menegurnya, ia tak terima dan mengatakan, 'Aku bisa meletakkan bekas makananku di mana saja aku mau'.”
Di Singapura, mengembalikan peralatan makan setelah makan di hawker dianggap kewajiban. Semua pengunjung diharuskan menjaga kebersihan meja dengan memindahkan sendiri peralatan bekas makan dan membersihkan sisa makanan yang tercecer. Hal ini menjadi penting karena negara tersebut kini semakin banyak dikunjungi turis Muslim.
Abdul menekankan pentingnya mematuhi aturan pembedaan makanan halal dan nonhalal. Ia memohon, “Tolong bantu informasikan kepada seluruh warga negara dan pengunjung hawker untuk saling menghargai dan mengerti. Terima kasih.”
Menurut pedoman halal dalam Islam, penggunaan bahan makanan nonhalal tidak hanya merusak kehalalan hidangan. Kontaminasi silang dari peralatan yang menyentuh bahan makanan halal juga dapat memengaruhi kehalalan makanan tersebut.
Kehebohan ini menyoroti betapa pentingnya kesadaran akan peraturan makanan halal di tempat umum. Meskipun Singapura memiliki sistem yang terstruktur, kejadian ini mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada dan menghormati perbedaan kebutuhan makanan. Dengan menjaga kebersihan dan memisahkan bekas makanan sesuai kategori, pengunjung dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
