Biksu 58 Lintas Bali ke Borobudur, Jogja, Bhinneka

Iwan D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Biksu 58 Lintas Bali ke Borobudur, Jogja, Bhinneka

Gambar atau konten salah?

58 biksu yang melakukan thudong, perjalanan spiritual dengan berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, telah tiba di Klaten. Setelah beristirahat di vihara, mereka melanjutkan perjalanan ke Jogja dengan naik bus.

Rombongan mulai bergerak pada pukul 07.30 WIB di Wihara Bodhivasma, Jalan Mayor Kusmanto, melakukan Pindapata bersama umat setempat. Di Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo memimpin pelepasan mereka pada pukul 09.00 WIB. Mereka berjalan kaki melewati Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Pemuda, dan Jalan Dr Soeradji Tirtonegoro hingga mencapai Taman Makam Pahlawan Tegalyoso, tempat perjalanan dilanjutkan dengan bus.

Ketua Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta Indonesia Walk for Peace 2026, Wiryo Alex Fernando, menjelaskan kepada wartawan bahwa hari ini diawali dengan Pindapata lalu dilanjutkan dengan pelepasan oleh bupati. Di Klaten, para biksu hanya berjalan kaki sampai Taman Makam Pahlawan Ratna Bantala Tegalyoso.

Alex menambahkan, “Kenapa harus menggunakan bus, karena waktu yang telah ditentukan oleh Ngarsa Dalem (Sultan Hamengku Buwono X) itu jam 15.00 WIB. Jadi untuk terus jalan kaki kiranya tidak nyandak (tercapai waktunya) untuk sampai di bangsal Kepatihan Keraton Yogyakarta,” kata Alex, Senin (26 Mei 2026). Alex menjelaskan bahwa para biksu harus naik bus untuk bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Raja Keraton Jogja, Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Jogja.

“Total ada 58 biksu dari empat negara, yaitu Malaysia, Thailand, Laos dan Indonesia. Dari Thailand ada 47 biksu, dari Laos ada dua orang, Malaysia ada empat dan sisanya dari Indonesia,” kata Alex.

Alex juga mengingatkan, “Para biksu itu telah menempuh perjalanan hampir 400 kilometer dari Singaraja, Bali, hingga Klaten. Klaten merupakan etape terakhir di Jawa Tengah.”

Ia menambahkan, “Ini etape terakhir sebelum masuk wilayah Yogyakarta dan berakhir di Candi Borobudur, Magelang. Tujuan utama untuk menguatkan Bhinneka Tunggal Ika, kita di Indonesia ini berbeda-beda tapi tujuannya sama, yaitu menjaga kedamaian, berdamai dengan diri sendiri, lingkungan, negara dan lainnya,” papar Alex.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyatakan mewakili masyarakat Klaten mengucapkan selamat datang kepada para biksu. Ia berkata, “Dengan kegiatan jalan yang mungkin dianggap sepele tapi bisa menjadi gerakan besar dan menunjukkan kepada dunia bahwa dunia ini layak untuk saling hidup berdampingan meskipun semua berbeda-beda.”

Perjalanan ini menegaskan kembali pentingnya kesatuan dan kedamaian di tengah keragaman, sekaligus menyoroti peran spiritualitas dalam memperkuat nilai Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia.

BiksuThudongCandi BorobudurKlatenJogjaBhinneka Tunggal IkaKedamaian

Komentar

Memuat komentar...