Biksu Jepara Berangkat Thudong ke Candi Sewu Klaten Pagi Ini

Rudi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Biksu Jepara Berangkat Thudong ke Candi Sewu Klaten Pagi Ini

Gambar atau konten salah?

Enam belas biksu dari Jepara akan memulai perjalanan Thudong pagi ini menuju Candi Sewu Klaten. Mereka berangkat dari pelataran Candi Sima di Desa Blingoh, Kecamatan Donorejo, Jepara.

Upacara pelepasan Thudong berlangsung di pelataran Candi Sima pada 20 Mei 2026. Romo Winoto, salah satu panitia, menginformasikan bahwa acara tersebut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wali Kota Salatiga, dan Raja Surakarta.

“Acaranya itu sambutan dari panitia terus ada doa sedikit dari para biksu dilanjutkan ada sambutan Bupati Jepara terus yang hadir ini Wali Kota Salatiga dan Raja Surakarta,” kata Romo Winoto saat dihubungi lewat telepon pada 19 Mei 2026.

Romo menjelaskan jumlah peserta dan pendamping. 16 biksu akan mengikuti perjalanan Thudong dari Jepara, ditambah satu orang ketika sampai Semarang. Panitia dan relawan sekitar 30 orang, sementara relawan tambahan 40 orang. Total 70 orang akan mengawal.

Perjalanan dimulai dengan singgah di pos 1 Bangsri, diikuti dengan pos kedua di Kelenteng Kota Jepara dan selanjutnya pos singgah di Kelenteng Welahan. Setelah itu, mereka melanjutkan ke Demak, dengan beberapa singgah di pos daerah Semarang: Kelenteng Demak, Wihara Mahabodi Semarang, dan Wihara Gunung Kalong.

Di Salatiga, biksu akan menginap di rumah dinas Wali Kota Salatiga. “Kemudian di Salatiga kita singgah di Wihara menginap di rumah dinas Wali Kota Salatiga,” ujarnya.

Setelah Salatiga, perjalanan berlanjut ke Boyolali dan Klaten. Di Ampel Boyolali, mereka singgah sebelum melanjutkan ke Klaten, di mana akan mengunjungi Vihara Bodhivamsa Klaten. Selanjutnya, mereka menuju Candi Plaosan, menginap di sana, dan pada pagi hari bergabung dengan panitia Waisak Candi Sewu Klaten.

Para biksu akan menghadiri perayaan Waisak di Candi Sewu pada 31 Mei 2026. Rencana perjalanan ini mencakup singgah di berbagai tempat suci, menginap di rumah dinas dan vihara, serta berpartisipasi dalam acara keagamaan.

Perjalanan Thudong ini menandai langkah spiritual bagi para biksu, sekaligus mempererat hubungan antara Jepara, Salatiga, Boyolali, dan Klaten. Dengan dukungan panitia, relawan, dan pejabat daerah, acara ini diharapkan berjalan lancar dan bermakna bagi semua pihak.

Biksu JeparaThudongCandi SewuWaisakJepara‑Salatiga‑Boyolali‑KlatenRelawanRaja Surakarta

Komentar

Memuat komentar...