Billboard 'Aku Harus Mati' Bikin Kontroversi Publik Terkena

Rini S. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Billboard 'Aku Harus Mati' Bikin Kontroversi Publik Terkena

Gambar atau konten salah?

Aku Harus Mati adalah film horor psikologis yang mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 02 April 2026. Film ini segera memicu perbincangan publik, tidak hanya karena cerita yang gelap, tetapi juga karena strategi promosi yang menimbulkan kontroversi. Pihak production house (PH) harus segera mengeluarkan klarifikasi setelah publik mengkritik materi promosi.

Plot film berpusat pada Mala, seorang perempuan muda yang hidup di kota besar. Ia terjebak dalam gaya hidup glamor yang memaksa ia menghabiskan uang melebihi kemampuan. Akibatnya, hutang menumpuk dan menekan kehidupannya. Dalam kondisi mental tidak stabil, Mala memutuskan untuk kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana, ia bertemu kembali dengan sahabat lamanya, Tiwi dan Nugra, serta Ki Jogo, figur orang tua bagi mereka.

Awalnya, kepulangan Mala bertujuan menenangkan diri dari tekanan kota. Namun, situasi berubah ketika kejadian aneh mulai muncul. Hal-hal gaib mengusik ketenangan Mala, membuatnya bertanya-tanya tentang masa lalunya. Penasaran, ia memutuskan untuk mencari jawaban bersama Tiwi dan Nugra.

Perjalanan mereka membawa ke sebuah rumah terpencil di tengah hutan. Rumah itu dikenal memiliki aura kelam dan mistis. Di tempat itu, teror demi teror mulai muncul. Mereka menemukan petunjuk yang mengarah pada rahasia kelam sebuah keluarga di masa lalu. Fakta-fakta yang terungkap tidak hanya menjelaskan asal-usul teror, tetapi juga mengaitkan Mala dengan peristiwa besar yang tak pernah ia duga.

Daftar pemeran film Aku Harus Mati:

  • Hana Saraswati sebagai Mala
  • Amara Sophie sebagai Tiwi
  • Prasetya Agni sebagai Nugra
  • Mila Rosinta sebagai Nilam
  • Bambang Paningron sebagai Ki Jogo
  • Retno Yunitawati Tuminten
  • Agus Sunandar

Kontroversi utama film ini muncul dari billboard promosi. Materi promosi berupa billboard menampilkan sosok mistis yang dianggap menyeramkan. Judul film terpampang jelas di baliho, sehingga beberapa warga melaporkan merasa tidak nyaman. Setelah viral di media sosial, pihak produksi segera mengeluarkan klarifikasi.

“Saya mewakili produser ingin menyampaikan bahwa kami menyesalkan sekali ketidaknyamanan yang ditimbulkan, khususnya dari bagaimana film ini diperkenalkan di ruang publik,” ungkap Iwet Ramadhan, salah satu tim produksi, pada 06 April 2027.

Sebagai bentuk tanggung jawab, tim produksi menurunkan seluruh materi promosi dari berbagai titik di kota besar. Billboard yang tersebar di 36 lokasi telah dicopot sebelum masa kampanye berakhir. “Kami sudah melakukan penyesuaian, termasuk inisiatif dari kami untuk menurunkan materi billboard sejak tanggal 4 April kemarin. Seharusnya, sesuai fase promosi ini harusnya berakhir tanggal 5,” tegas Iwet.

Ia juga menjelaskan bahwa proses pencopotan tidak bisa dilakukan secara instan karena melibatkan banyak pihak, termasuk perizinan penggunaan ruang publik. “Koordinasinya cukup apa ya... karena ini banyak sekali pihak kan yang terlibat dalam promosi ini, jadi sehingga memang butuh waktu untuk bisa kita kemudian menurunkan semua materi promosi tersebut,” tambahnya.

Film ini menonjolkan isu realitas kehidupan urban. Tema seperti jeratan pinjaman online, gaya hidup konsumtif, dan obsesi terhadap validasi sosial menjadi latar yang relevan dengan masyarakat saat ini. Selain itu, film ini juga menyinggung praktik pesugihan yang masih dipercaya sebagian kalangan.

Pengalaman mistis selama syuting juga menjadi sorotan. Amara Sophie, pemeran Tiwi, mengaku mengalami kejadian di luar nalar saat syuting di Yogyakarta. Ia merasakan gangguan berupa suara aneh dan bahkan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya setelah merasa “ketempelan” makhluk halus di tempat ia menginap.

Hana Saraswati juga merasakan perubahan setelah mendalami perannya. Ia mengaku menjadi lebih peka terhadap hal-hal berbau mistis, terutama setelah menjalani adegan yang berkaitan dengan pembukaan mata batin.

Ulasan ini mencakup sinopsis film Aku Harus Mati, daftar pemeran, dan fakta menarik termasuk kontroversi di balik layarnya. Film ini tetap menjadi topik hangat di kalangan penonton yang tertarik menonton horor dengan latar kehidupan urban yang familiar.

Film ini menegaskan kembali bahwa horor tidak selalu harus bersifat supernatural; kadang ia menelusuri ketakutan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari‑hari. Dengan mengangkat isu utang, konsumerisme, dan validasi sosial, Aku Harus Mati mencoba menggabungkan elemen psikologis dengan ketegangan visual, menciptakan pengalaman menonton yang lebih reflektif bagi penonton.

Aku Harus Matibillboard kontroversiutang konsumerismevalidasi sosialpanti asuhanmistispsikologisurban

Komentar

Memuat komentar...