BMKG: Hujan Ringan–Sedang, Waspada Banjir di Jawa Tengah
Gambar atau konten salah?
BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengumumkan bahwa sebagian wilayah di Jawa Tengah akan disinari hujan ringan hingga sedang pada hari 29 Maret 2026. Pihak stasiun mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap risiko banjir dan tanah longsor.
"Pagi umumnya berawan. Siang/sore hingga awal malam hujan ringan-sedang tersebar tidak merata di Jateng," kata Noor Jannah Indriyani, Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, dalam keterangan tertulis pada hari Minggu.
Ia menambahkan, "Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, Jateng timur dan sekitarnya," sehingga menimbulkan risiko tambahan bagi penduduk setempat.
Selain itu, Noor Jannah Indriyani mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan dampaknya. "Waspada bencana hidrometeorologi beserta dampaknya seperti banjir, tanah longsor, angin kencang/puting beliung, sambaran petir, pohon tumbang, genangan air, dll," ia sampaikan.
Prediksi suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berkisar antara 18–32 derajat Celcius, sementara kelembaban udara berada di kisaran 60–95 persen.
Berikut rincian prakiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang untuk periode 07.00–19.00 WIB hari 29 Maret 2026:
- Hujan sedang–lebat di Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Slawi, Brebes, Magelang, Solo, Salatiga, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
- Hujan ringan–sedang di Cilacap, Purworejo, Mungkid, Karanganyar, Ungaran, Kendal, Batang, Kajen, dan Pemalang.
Dengan kondisi ini, masyarakat di wilayah yang tercakup diharapkan dapat menyiapkan langkah-langkah mitigasi, seperti memeriksa jalur evakuasi dan menyiapkan perlindungan terhadap potensi angin kencang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
