BMKG: Hujan Sedang‑Lebat di Jawa Tengah, Waspada Banjir
Gambar atau konten salah?
BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengumumkan bahwa sebagian wilayah di Jawa Tengah akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini. Menurut keterangan tertulis, Pagi cerah berawan hingga berawan, kata Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, pada Kamis 16 April 2026.
Prakiraan cuaca menyebutkan bahwa pada siang hingga sore dan awal malam, kondisi umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang. Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah pegunungan, dataran tinggi, Jateng selatan, Solo Raya, dan sekitarnya, tambahnya. Ia mengimbau masyarakat untuk waspada akan bencana hidrometeorologi beserta dampaknya yang bisa terjadi di berbagai wilayah.
Waspada bencana hidrometeorologi beserta dampaknya seperti banjir, tanah longsor, angin kencang/puting beliung, sambaran petir, pohon tumbang, genangan air, dll, menurut peringatan BMKG. Suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berkisar antara 18‑32 derajat Celcius dengan kelembaban udara antara 60‑95 persen.
Berikut prakiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang yang berlaku Kamis 16 April 2026 pukul 07.00‑19.00 WIB.
Hujan sedang‑lebat
- Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Solo, Salatiga, Bumiayu, dan Majenang.
Hujan ringan‑sedang
- Grobogan, Blora, Rembang, Jepara, Brebes, Semarang, Pekalongan, Tegal, dan Ambarawa.
Hujan ringan
- Pati, Kudus, dan Demak.
Prakiraan ini menandakan kemungkinan hujan lebat di banyak kabupaten, hujan sedang di beberapa wilayah, dan hujan ringan di beberapa daerah kecil. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
