BMKG Prediksi Hujan Lebat di Bandung Raya dan Jawa Barat
Gambar atau konten salah?
BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mengumumkan bahwa wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat masih berpotensi diguyur hujan ringan hingga lebat pada pekan ini. Prediksi ini didasarkan pada sejumlah faktor yang memicu pertumbuhan awan konvektif.
Suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia menambah suplai uap air. Selain itu, pola siklonik di Samudra Hindia menciptakan daerah belokan dan pertemuan angin (konvergensi) tepat di atas Pulau Jawa. Kombinasi ini memicu pembentukan awan besar di wilayah tersebut.
"Kondisi ini diperkuat oleh aktifnya gelombang atmosfer Kelvin di atas Jawa Barat serta didukung kelembapan udara yang sangat tinggi pada lapisan 850-500 mb (berkisar 30-98%) dan tingkat labilitas atmosfer kategori ringan hingga kuat, yang secara kolektif menjadi pemicu utama meningkatnya potensi pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang masif di sebagian besar wilayah Jawa Barat," kata Ayu, sapaan karib Teguh Rahayu, Senin, 30 Maret 2026.
Ayu menjelaskan bahwa saat ini sebagian wilayah Jawa Barat bagian utara sudah memasuki masa peralihan (pancaroba), sementara wilayah lainnya masih berada di musim hujan. Pada fase peralihan, potensi hujan lebat dapat disertai angin kencang secara lokal.
"Awal musim kemarau di Jawa Barat bervariasi mulai dari April, Mei, Juni. Puncak musim kemarau sebagian besar diprediksi di Juli dan Agustus," ungkapnya.
Dalam satu minggu ke depan, BMKG memperkirakan beberapa dinamika atmosfer masih mendukung suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di bagian Bandung Raya. Suhu muka laut tetap hangat di perairan barat Indonesia. Gelombang atmosfer tipe Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di awal hingga pertengahan pekan, dan labilitas atmosfer diprediksi bervariasi kategori ringan hingga kuat, yang mendukung pembentukan awan konvektif skala lokal.
Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di periode 30 Maret 2026 hingga 5 April 2026. Daerah yang terancam meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.
"Himbauan, masyarakat dan instansi terkait agar waspada terhadap kondisi cuaca yang berubah tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang. Tetap tenang dan siaga, mengenali resiko di lingkungan sekitar dan memperbaharui informasi cuaca terkini yang dapat diakses melalui aplikasi Info BMKG," pungkasnya.
Perkiraan ini menyoroti pentingnya memantau kondisi cuaca secara berkala. Dengan pemahaman tentang faktor-faktor meteorologi, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi hujan lebat dan risiko terkait di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
