BMKG Prediksi Hujan Lebat di Bandung Raya sampai 29 April 2026

Mira T. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 137 dibaca
Bisik.id
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Bandung Raya sampai 29 April 2026

Gambar atau konten salah?

BMKG mengumumkan bahwa hujan di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat diperkirakan akan berlanjut hingga akhir April 2026, khususnya periode 23–29 April 2026. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menegaskan bahwa masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang fluktuatif.

Menurut Teguh, dalam satu minggu ke depan terdapat beberapa dinamika atmosfer yang masih mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa suhu muka laut yang masih relatif hangat di sebagian perairan Indonesia bagian barat, aktifnya gelombang equatorial Kelvin pada awal minggu, masih ada potensi terbentuknya daerah belokan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, meski tidak persisten selama sepekan ke depan dan kondisi labilitas atmosfer masih diprakirakan bervariasi pada kategori ringan hingga kuat, yang mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal.

“Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa masyarakat dan instansi terkait harus tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu‑waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

“Tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta selalu memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan serta protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana,” kata Teguh. Ia juga menekankan pentingnya memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG.

Berikut adalah prakiraan cuaca di wilayah Jawa Barat per tanggal:

  • 23 April 2026 (Kamis): Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran.
  • 24 April 2026 (Jumat): Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran.
  • 25 April 2026 (Sabtu): Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya.
  • 26 April 2026 (Minggu): Tidak ada wilayah yang diperkirakan mengalami hujan.
  • 27 April 2026 (Senin): Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka.
  • 28 April 2026 (Selasa): Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan.
  • 29 April 2026 (Rabu): Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi.

Prakiraan ini mencerminkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Jawa Barat. Masyarakat diingatkan untuk lebih berhati‑hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara. Menurut Teguh, memantau kondisi cuaca melalui aplikasi Info BMKG dapat membantu mengurangi risiko terjadinya bencana hidrometeorologis.

Dengan kondisi atmosfer yang masih variatif, baik ringan maupun kuat, potensi awan konvektif tetap tinggi. Oleh karena itu, tetap memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menghindari dampak negatif dari cuaca ekstrem.

BMKGBandung RayaJawa Barathujan lebatawan konvektifgelombang Kelvinaplikasi Info BMKGbencana hidrometeorologis

Komentar

Memuat komentar...