BMKG Prediksi Hujan Ringan-Sedang di Jawa Tengah 30 April
Gambar atau konten salah?
BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengumumkan bahwa sebagian wilayah Jawa Tengah akan mengalami hujan ringan hingga sedang pada 30 April 2026. Pemerintah daerah diminta untuk tetap waspada terhadap risiko banjir dan tanah longsor.
"Pagi umumnya cerah berawan-berawan. Siang/sore hingga awal malam hujan ringan-sedang tersebar tidak merata dengan waktu bervariasi," kata Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Arif N dalam keterangan tertulis.
"Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di daerah pegunungan, dataran tinggi, Jateng timur, Jateng selatan, Solo Raya, dan sekitarnya," lanjutnya.
Arif N juga menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi. "Waspada bencana hidrometeorologi beserta dampaknya seperti banjir, tanah longsor, angin kencang/puting beliung, sambaran petir, pohon tumbang, genangan air, dll," ia sampaikan.
Menurut BMKG, suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berkisar antara 18‑32 derajat Celcius dengan kelembaban antara 60‑95 persen. Prakiraan cuaca berlaku pada jam 07.00‑19.00 WIB.
Berikut daftar wilayah yang diprediksi mengalami hujan sedang‑lebat: Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Kebumen, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Ungaran, Temanggung, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Solo, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Wilayah lain, seperti Sragen, Demak, Kendal, Batang, Semarang, Pekalongan, dan Tegal, diperkirakan akan mengalami hujan ringan‑sedang.
Dengan intensitas hujan yang tidak merata dan potensi hujan lebat di daerah pegunungan, masyarakat di Jawa Tengah diharapkan tetap memantau peringatan BMKG dan menyiapkan langkah mitigasi sederhana, seperti memastikan saluran pembuangan tidak tersumbat dan menghindari area rawan longsor.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
