Borobudur Dihiasi Chattra Perunggu, Rencana Fadli Zon
Gambar atau konten salah?
Fadli Zon menjelaskan rencana pemasangan chattra perunggu di puncak Candi Borobudur pada bulan Agustus nanti. Ia mengungkapkan bahwa chattra ini akan dibuat oleh seniman asal Jogja dan memiliki diameter sekitar 6,2 meter. Pemasangan akan dilapisi emas, namun masih dalam proses.
“Rencana (pemasangan chattra di puncak Candi Borobudur) mungkin kurang lebih bulan Agustus kali, ya,” ungkap Fadli saat ditemui detikJateng di sela menghadiri pembukaan Pameran Filateli di Kota Lama, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu 31 Mei 2026.
Ia juga menyebut bahwa saat ini pihaknya telah memindahkan patung Mbah Belet ke lapangan Kenari di kompleks Candi Borobudur. “Kalau sekarang ini kita pindahkan patung Mbah Belet, orang lokal menyebutnya. Waktu itu saya menginisiasi, sekarang sudah jadi. Itu patung dari unfinished Buddha di lapangan Kenari,” jelas Fadli.
Chattra yang akan dipasang bukan berasal dari batu. “(Chattra dibuat) Oleh orang kita, oleh seniman kita, orang Jogja. Kalau tidak salah nanti besarnya 6,2 meter dari perunggu dilapis emas, masih dalam proses,” tambahnya.
Menurut Fadli, permintaan pemasangan chattra datang dari sejumlah organisasi Buddha. “Ini permintaan dari umat Buddha, dari Dirjen Bimas Buddha, dari organisasi-organisasi Buddha terbesar. Kita harapkan dengan pemasangan chattra ini Borobudur bisa menjadi living heritage. Jadi kita laksanakan semua prosedur karena tidak ada mengubah apapun,” ia katakan.
Ia menegaskan bahwa bahan yang digunakan memang perunggu, bukan batu. “(Bahan betul dari perunggu yang dipasang bukan batu) Bukan, bukan. Bukan dari batu. Adaptasi istilahnya itu,” ujar Fadli saat berbicara di sela-sela menghadiri kirab pusaka di Candi Borobudur, Jumat 17 April 2026 malam.
Fadli menjelaskan bahwa adaptasi ini lebih ringan dan dipakai di berbagai situs. “Itu adaptasi jadi jauh lebih ringan. Itu semua dipakai di seluruh situs-situs ya, bahkan di tempat lahirnya Sang Buddha juga digunakan. Begitu juga di India, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Myanmar,” lanjutnya.
Ia berharap pemasangan chattra dapat menarik lebih banyak wisatawan. “Dengan begitu akan semakin banyak yang hadir baik wisatawan karena alasan sejarah. Karena alasan religi, ya mudah-mudahan semakin banyak juga nanti umat Buddha dari seluruh dunia yang datang ke sini (Candi Borobudur),” ujarnya.
Fadli menambahkan perkiraan jumlah umat Buddha di dunia. “Umat Buddha kalau tidak salah jumlahnya itu 500 sampai 600 juta di seluruh dunia. Kalau satu persen saja bisa 5-6 juta,” ia menyatakan.
Selama kirab pusaka, miniatur chattra juga dikirab sebagai bagian dari upaya pengenalan kepada masyarakat. “Ya ini juga bagian dari upaya kita mensosialisasikan ya. Karena ini juga bagian dari aspirasi ya komunitas yang cukup lama terutama dari masyarakat umat Buddha,” kata Fadli.
Ia menegaskan bahwa langkah ini sah-sah saja dan sejalan dengan misi UNESCO. “Menurut saya itu sah-sah saja. Karena UNESCO sendiri kan sekarang tahun ini kalau tidak salah mendorong upaya situs-situs itu menjadi living heritage,” tuturnya.
Dengan rencana pemasangan chattra perunggu, Candi Borobudur diharapkan menjadi contoh living heritage yang menarik minat wisatawan sejarah dan religi, sekaligus memperkuat hubungan antara situs warisan budaya dan komunitas Buddha global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
