BPIP Rilis Pedoman Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Gambar atau konten salah?
Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 01 Juni. Pada hari tersebut, upacara bendera diadakan di berbagai lembaga pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Upacara ini menjadi momen penting untuk mengenang lahirnya dasar negara sekaligus memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme.
Untuk memastikan pelaksanaan upacara berjalan lancar, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah merilis pedoman peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. Pedoman ini memuat susunan acara, amanat resmi, dan teks doa yang dapat dijadikan acuan bagi panitia di semua tingkatan.
Upacara di Tingkat Pusat
Hari: Senin, 01 Juni 2026
Waktu: 10.00 WIB
Tempat: Jakarta
Inspektur Upacara: Presiden Republik Indonesia
Susunan upacara di tingkat pusat dimulai dengan persiapan berikut:
- 09.30: Terompet pertama
- 09.35: Terompet kedua
- 09.36: Pasukan upacara memasuki tempat upacara
- 09.43: Komandan upacara memasuki tempat upacara
Selanjutnya, pendahuluan:
- 09.48: Wakil Presiden Republik Indonesia tiba di lapangan Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri
- 09.49: Presiden Republik Indonesia tiba di lapangan Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri
- 09.50: Laporan Perwira Upacara
- 09.51: Presiden Republik Indonesia selaku inspektur upacara tiba di tempat upacara
Pokok acara:
- 09.52: Penghormatan kebesaran
- 09.53: Laporan Komandan Upacara
- 09.54: Pengibaran Sang Merah Putih
- 10.00: Penghormatan kepada Sang Merah Putih
- 10.08: Mengheningkan cipta
- 10.10: Tanda kebesaran buka
- 10.11: Pembacaan teks Pancasila
- 10.12: Tanda kebesaran tutup
- 10.13: Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945)
- 10.16: Amanat Inspektur Upacara
- 10.26: Pembacaan doa
- 10.30: Andhika Bhayangkari
- 10.31: Laporan Komandan Upacara
- 10.32: Penghormatan pasukan
Penutup:
- 10.33: Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
- 10.34: Laporan Perwira Upacara
- 10.35: Upacara selesai
Upacara di Tingkat Pemda dan Kantor RI di Luar Negeri
Tempat: Lingkungan instansi masing-masing
Hari: Senin, 01 Juni 2026
Waktu: 08.00 waktu setempat
Pakaian: Ditetapkan masing-masing pimpinan
Setelah upacara di tempat masing-masing selesai, peserta dilanjutkan menonton Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di tingkat pusat melalui siaran langsung di kanal Youtube BPIP, laman Facebook BPIP, Instagram BPIP, atau siaran televisi nasional.
Susunan upacara di tingkat daerah:
- Terompet pertama
- Terompet kedua
- Pasukan upacara memasuki tempat upacara
- Komandan Upacara memasuki tempat upacara
- Inspektur Upacara tiba di tempat upacara
- Laporan Perwira Upacara
- Inspektur Upacara memasuki tempat upacara
- Penghormatan Pasukan
- Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
- Pengibaran Sang Merah Putih
- Mengheningkan cipta
- Tanda kebesaran buka
- Pembacaan teks Pancasila
- Tanda kebesaran tutup
- Pembacaan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
- Amanat Inspektur Upacara
- Pembacaan doa
- Andhika Bhayangkari
- Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
- Penghormatan Pasukan
- Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
- Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara
- Komandan Upacara membubarkan pasukan
- Upacara selesai
Upacara di Satuan Pendidikan
Tempat: Lingkungan masing-masing instansi pemerintah dan satuan pendidikan formal
Hari: Senin, 01 Juni 2026
Waktu: 08.00 waktu setempat
Pakaian: Ditetapkan masing-masing pimpinan
Setelah upacara di tempat masing-masing selesai, peserta dilanjutkan menonton Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di tingkat pusat melalui siaran langsung di kanal Youtube BPIP, laman Facebook BPIP, Instagram BPIP, atau siaran televisi nasional.
Susunan upacara di satuan pendidikan paling sedikit:
- Persiapan upacara
- Pasukan upacara memasuki tempat upacara
- Komandan Upacara memasuki tempat upacara
- Laporan
- Inspektur Upacara memasuki tempat upacara
- Penghormatan Pasukan
- Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
- Pengibaran Sang Merah Putih
- Mengheningkan cipta
- Pembacaan teks Pancasila
- Pembacaan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
- Amanat Inspektur Upacara
- Pembacaan doa
- Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
- Penghormatan Pasukan
- Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
- Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara
- Upacara selesai
Amanat Resmi Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Amanat pada Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 disampaikan oleh inspektur upacara dengan membacakan pidato resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Berikut pidato lengkapnya.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu, Rahayu, Rahayu,
Salam Pancasila!
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hari ini, 01 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Pancasila adalah "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah "jangkar moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.
Selamat Hari Lahir Pancasila!
Jayalah Indonesiaku!
Merdeka!
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu, Rahayu, Rahayu,
Salam Pancasila!
Doa Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
BPIP belum merilis doa resmi untuk Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 secara khusus. Sebagai referensi, berikut doa Upacara Hari Lahir Pancasila 2023 yang dapat digunakan kembali pada pelaksanaan upacara tahun 2026.
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Perkenankan saya, memimpin do'a ini dengan tata cara agama Islam, bagi yang beragama lain, dimohon untuk menyesuaikan.
Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahi rabbil alamin, Hamdan yu wafi nikmahu wayukafi mazidahu, Asyhaduala ilahailallah wa ashadu ana muhammadan abduhu wa Rosuluh la nabi ya ba'da.
Ya Allah, Yang Maha Pemurah; Kami bermohon, dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, Dengan tangan menengadah keharibaanMu, penuh harap, Dengan hati dan pikiran, menunduk khusu, penuh kerendahan, Berilah kami rasa syukur atas nikmat-Mu, yang tanpa Batas, Nikmat kebangsaan, berbalut cinta, kasih, dan sayang.
Ya Allah, Yang Maha Agung; Kami bermohon, dengan kemuliaan-Mu yang membimbing segala sesuatu, 01 Juni 1945, Engkau bimbing hamba-hamba pilihan, dalam perkumpulan bersama, Duduk penuh cinta, berdiri tegak, bersuara, merumuskan cara menjaga Nusantara. Bimbinglah kami Ya Allah, dengan cara yang sama, merawat anugerah Pancasila. Bantulah kami, untuk tetap berdiri tegak, membela Indonesia.
Ya Allah, Yang Maha Kuat; Kami berharap, dengan kekuatan-Mu yang tak tertandingi, Berilah kami ketabahan, kokoh, menjaga kemanusiaan dalam keadaban. Bimbinglah kami, dalam menjaga setiap jengkal tanah Indonesia, Ajarkan hati dan langkah kami, untuk berlaku adil, tanpa membeda-bedakan.
Ya Allah, Yang Maha Perkasa, Kami berharap, dengan kuasa-Mu yang meliputi seluruh semesta, Hindarkan negeri kami dari kedholiman, ketidakadilan, ketidakadaban, dan perpecahan, Jauhkan bumi kami, dari saling curiga, saling fitnah, dendam dan permusuhan, Eratkan hati kami, dalam persaudaran sepanjang zaman, Sebagaimana pendiri bangsa, telah mengajarkan keteladanan.
Ya Allah, Yang Maha Penabur Karunia, Berkahilah kami, agar kami, tetap mencintai Indonesia tanpa henti, Sehingga kami, mampu mewujudkan masyarakat yang adil dalam kemakmuran, makmur dalam keadilan.
Ya Allah, jauhkan kami dari azab-Mu, Lailaha illa anta, subhanaka, inni kuntu minadholimin. Robbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, waqina 'adzabannar. Subhana robbika robbil 'izzati 'amma yasifun, wa salamun'alal mursalin, wal hamdulillahi rabbil 'alamin. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Itulah informasi mengenai upacara Hari Lahir Pancasila 2026 mulai dari susunan acara, amanat Resmi, hingga teks doanya. Semoga bermanfaat.
Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi ajang bagi seluruh elemen bangsa untuk menegaskan kembali komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila. Melalui susunan acara yang terstruktur, amanat yang menegaskan peran Pancasila sebagai fondasi perdamaian, dan doa yang mengingatkan akan tanggung jawab moral, peringatan ini menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi landasan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai