Buaya 3m Muncul di Depan Kantor DPMD Muna Barat, Sultra
Gambar atau konten salah?
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Muna Barat (Mubar) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi sorotan ketika seekor buaya berukuran 3 meter muncul di belakang kantor pada Rabu, 1 April 2026. Pegawai Abdul Rachman segera memanggil rekan untuk memeriksa situasi.
“Ada teman yang sampaikan, langsung kami cek. Panjangnya sekitar 3 meter,” ujar Rachman kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa buaya tersebut muncul di Sungai Remba, Desa Lemoambo, Kecamatan Kusambi, Muna Barat pada Senin, 30 Maret 2026.
Insiden terjadi ketika seorang pegawai sedang petik sayur di belakang kantor. “Ada pegawai yang lagi petik sayur di belakang kantor, terus dia libat dan sampaikan ke kami,” kata Rachman. Pegawai lain pun segera datang ke lokasi untuk mengonfirmasi keberadaan buaya.
Setelah muncul, buaya sempat masuk ke dalam air. “Setelah itu sempat masuk ke dalam air lagi,” jelas Rachman. Beberapa jam kemudian, buaya kembali muncul di tempat yang sama, berjemur di pinggir sungai.
Rachman menjelaskan bahwa ia melihat buaya pertama kali sekitar pukul 11.20 Wita, kemudian buaya turun dan muncul kembali sekitar pukul 13.30 Wita. “Pertama kami lihat sekitar pukul 11.20 Wita, buaya kemudian turun dan muncul kembali sekitar 13.30 Wita,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kemunculan buaya di Sungai Remba bukan kejadian pertama. Dalam seminggu terakhir, warga sekitar sering melihat buaya di bantaran sungai. “Warga yang tinggal dekat sungai bilang dalam sepekan terakhir sering melihat keberadaan buaya tersebut,” kata Rachman.
Menanggapi situasi, Rachman mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat ukuran buaya yang besar dan potensi bahaya. “Itu buaya sangat besar dan tubuhnya padat,” pungkasnya.
Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan di wilayah pesisir, di mana hewan liar sering muncul di area perkantoran. Warga diharapkan tetap waspada dan melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
