Bupati Karawang Tinjau Tantangan Pantura: Erosi & Mangrove

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Bupati Karawang Tinjau Tantangan Pantura: Erosi & Mangrove

Gambar atau konten salah?

Di sebuah pertemuan strategis, Bupati Karawang Aep Syaepuloh bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Kelautan dan Perikanan. Fokusnya: masa depan pesisir utara Karawang.

Garis pantai sepanjang 84 kilometer di Karawang bukan sekadar angka. Wilayah ini menjadi sumber penghidupan bagi ribuan nelayan dan pengusaha tambak. Namun, potensi besar di Pantura Karawang juga terancam oleh masalah lingkungan nyata.

“Pantura Karawang punya potensi besar di bidang bahari. Tapi di sisi lain, kita juga dihadapkan pada tantangan seperti abrasi, kerusakan mangrove, hingga dampak perubahan iklim,” kata Aep dalam keterangan resmi, 04 Mei 2026.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang mulai menanam mangrove secara masif, memperkuat koperasi nelayan, dan mengajukan usulan pembangunan tanggul laut (sea wall). Langkah ini bertujuan mengurangi dampak abrasi dan melindungi nelayan.

Pembangunan tanggul difokuskan di wilayah kritis yang sering terdampak, seperti Desa Sedari, Cemarajaya, dan Pusakajaya Utara. Aep menegaskan pentingnya perlindungan kawasan pesisir secara permanen.

“Kolaborasi dengan pemerintah pusat ini, diharapkan mampu mempercepat perlindungan kawasan pesisir pantai Karawang secara permanen,” imbuhnya. Kerja sama ini diharapkan memperkuat keamanan masyarakat pesisir, menjaga lingkungan, dan menjaga roda ekonomi tetap berputar.

Selain infrastruktur makro, Pemkab Karawang juga menitikberatkan pada hunian layak bagi warga terdampak bencana pesisir. Program relokasi dan penyediaan rumah terus berjalan sebagai solusi konkret.

“InsyaaAllah, kami Pemerintah Kabupaten Karawang akan segera menyerahkan rumah untuk masyarakat di pesisir yang terkena rob dan abrasi sebanyak 21 rumah, dan yang sudah dihuni sampai saat ini sebanyak 299 rumah. Bismillah, kedepan semoga semakin lancar dan bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Dengan upaya penanaman mangrove, pembangunan tanggul, dan penyediaan rumah, Karawang berusaha menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan di pesisir utara. Langkah-langkah ini menandai komitmen pemerintah daerah untuk melindungi komunitas nelayan dan memastikan keberlanjutan wilayah pantai.

Bupati KarawangPantura Karawangmangroveabrasitanggul lautnelayanPemkab Karawangperlindungan pesisir

Komentar

Memuat komentar...