Bupati Luwu Timur Janji Tidak Pemotongan PPPK, Tetap Stabil
Gambar atau konten salah?
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, yang lebih dikenal dengan Ibas, menegaskan bahwa tidak akan ada pemangkasan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di wilayahnya. Ia mengingatkan bahwa PPPK di Luwu Timur tetap bekerja seperti saat ini, tidak ada pengurangan atau pemberhentian. Pernyataan ini diucapkan pada Senin, 13 April 2026.
Selama masa kepemimpinannya, Pemkab Luwu Timur telah mengangkat 1.463 orang sebagai PPPK penuh waktu. Untuk PPPK paruh waktu, jumlahnya 624 orang. Menurut Ibas, kontrak kerja PPPK di Luwu Timur berlangsung selama lima tahun. Ia menambahkan, “Malah alhamdulillah PPPK kami di Lutim langsung dikontrak selama 5 tahun.”
Di sisi lain, Kepala BKAD Luwu Timur Muhammad Said menjelaskan bahwa anggaran tahunan untuk PPPK mencapai Rp 214 miliar. Anggaran ini disiapkan untuk 3.612 pegawai PPPK yang telah diangkat sejak 2019 hingga pengangkatan terakhir pada November 2025. Said menegaskan, “Totalnya ada 3.612 orang dari pengangkatan 2019 sampai dengan pengangkatan terakhir pada November 2025.”
Ia juga menyoroti mekanisme kontrak. “Para PPPK juga telah mengantongi kontrak kerjanya dengan Pemda. Kontrak tersebut mengikat selama 5 tahun. Kontraknya per 5 tahun, tapi setiap 6 bulan kita tetap evaluasi,” jelasnya.
Dengan data tersebut, terlihat bahwa Luwu Timur menjaga stabilitas tenaga kerja PPPK, menekankan evaluasi rutin dan jangka panjang kontrak. Hal ini menunjukkan komitmen daerah untuk mempertahankan kualitas layanan publik tanpa mengurangi jumlah pegawai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
