Bupati Sukabumi Bongkar Jembatan Tua, Hindari Banjir

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Bupati Sukabumi Bongkar Jembatan Tua, Hindari Banjir

Gambar atau konten salah?

Di balik UPTD Puskesmas Palabuhanratu, warga Sukabumi sudah lama menahan rasa takut akan banjir. Pada 25 Mei 2026, suasana berubah ketika Bupati Sukabumi, Asep Japar turun langsung ke lokasi, membawa palu godam dan menyalakan aksi pembongkaran.

Dengan penuh semangat, Bupati mengayunkan palu yang memukul kuat pada pagar beton jembatan tua. Suara dentuman keras beton retak seiring air mengalir, menambah kegembiraan warga yang menonton dari genangan lumpur. Setiap kali palu menabrak, teriakan “Hore!” bergema di antara sorakan warga.

“Saya rekam sendiri pakai HP, air itu tertahan di bawah jembatan karena posisinya memang terlalu pendek dan sempit. Material dari hulu, ranting, sampah-sampah besar tersangkut semua di situ. Akibatnya, jalur air terkunci rapat, jadi bendungan dadakan,”

Hendra, pemilik warung di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa jembatan yang terlalu rendah menjadi penyebab utama air tidak dapat mengalir ke laut. Ia menambahkan, “Akhirnya air sungai yang nggak bisa lewat itu langsung meluap, balik arah lari ke jalanan, menghantam keras bangunan puskesmas dan merangsek masuk ke rumah-rumah warga. Pokoknya jembatan itu murni biang kerok penyumbat dan penyebab banjir separah ini di sini,”

Kerusakan akibat banjir tidak hanya menimpa infrastruktur, tapi juga barang-barang rumah tangga. Kasur membusuk, TV, kulkas, dan perangkat elektronik hancur karena lumpur menenggelam. “Kalau sudah kerendam begitu, habis semua barang-barang. Kasur membusuk kerendam lumpur, TV, kulkas, perangkat elektronik warga pada konslet dan hancur semua dihajar air. Kerugiannya nggak sedikit, A,”

Iis, Ketua RT 04 Kelurahan Palabuhanratu, menceritakan trauma warga. “Setiap hujan deras turun lumayan lama, kami warga di sini sudah pasti jantungan, waswas A. Ini mah sudah jadi ‘langganan’ banjir terus hampir tiap tahun. Kalau hujannya lama, mau lari menyelamatkan diri juga susah karena airnya cepat banget naiknya,”

Setelah jembatan hancur, Puskesmas Palabuhanratu terpaksa menutup operasionalnya. Layanan kesehatan dialihkan sementara ke Pustu Citepus karena endapan lumpur tebal menutupi fasilitas tersebut.

“Makanya begitu lihat Pak Bupati turun tangan langsung bawa martil ngancurin jembatan itu, warga pada sorak kegirangan, bertepuk tangan. Plong dan lega rasanya A. Harapan kami ya jembatannya dibangun lagi, tapi konstruksinya yang jauh lebih tinggi, biar air dari sungai bablas ke laut, nggak mampir-mampir lagi ke rumah warga,”

Bupati Asep Japar menegaskan bahwa pembongkaran ini dilakukan demi keselamatan warga dan fasilitas publik. Ia menambahkan bahwa jembatan lama memang menjadi “biang kerok” banjir, dan tindakan ini penting untuk mencegah tragedi di masa depan.

Peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya perbaikan infrastruktur di daerah rawan banjir. Dengan jembatan yang lebih tinggi dan dirancang agar air dapat mengalir bebas, risiko banjir dapat dikurangi. Sementara itu, warga Sukabumi kini menantikan pembangunan jembatan baru yang akan menanggulangi masalah yang selama ini menghantui mereka.

Bupati SukabumiBongkar JembatanBanjirPuskesmas PalabuhanratuPustu CitepusInfrastrukturJembatan Baru

Komentar

Memuat komentar...