Cara Menghitung Pembagian Daging Qurban: Panduan Praktis

Ratna D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 118 dibaca
Bisik.id
Cara Menghitung Pembagian Daging Qurban: Panduan Praktis

Gambar atau konten salah?

Qurban adalah amalan yang sangat dianjurkan pada Idul Adha. Penyembelihan hewan qurban dianggap sebagai bentuk ketakwaan seorang muslim kepada Allah SWT. Proses penyembelihan biasanya dimulai setelah sholat Idul Adha dan berlangsung selama hari-hari tasyrik. Hari tasyrik sendiri merujuk pada tiga hari setelah hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Sering kali muncul pertanyaan tentang bagaimana cara membagi daging qurban. Untuk membantu para pemilik hewan, berikut ini penjelasan lengkap tentang cara menghitung pembagian daging qurban yang benar.

Menurut syariat Islam, pembagian daging qurban diatur secara jelas. Dari laman Baznas, ulama dan hadis Nabi menyebutkan bahwa daging hewan qurban dibagi menjadi tiga bagian dengan ketentuan berikut:

  • Sepertiga bagian untuk pemilik hewan qurban.
  • Sepertiga bagian untuk kerabat atau tetangga.
  • Sepertiga bagian untuk fakir miskin.

Meskipun ketentuan ini sudah jelas, rincian pembagian tidak dijelaskan secara detail dalam Al-Qur’an maupun hadis. Ulama menyarankan agar pembagian dilakukan secara adil dan merata. Selain itu, jenis hewan yang disembelih juga memengaruhi jumlah daging yang tersedia, karena berat bersihnya berbeda-beda.

Berikut contoh perhitungan berdasarkan berat hewan. Dari laman NU Online, satu ekor unta, sapi, dan kerbau dapat digunakan untuk berqurban bagi tujuh orang. Sedangkan seekor kambing atau domba hanya untuk satu orang. Jumlah daging qurban yang akan dibagikan dihitung berdasarkan berat bersihnya.

Dari laman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, berat karkas seekor sapi adalah 50% dari berat hidupnya. Contohnya, sapi dengan berat hidup 350 kg memiliki karkas 175 kg. Dagingnya setara 70% dari berat karkas, sehingga dagingnya menjadi 122,5 kg. Jeroan, yaitu 10% dari berat karkas, atau 17,5 kg. Kaki rata‑rata memiliki daging 4,5 kg. Kepala memiliki berat 4% dari berat hidup, sekitar 14,5 kg. Bagian ekor, 0,7% dari berat hidup, atau 2,45 kg. Jika semua bagian dijumlahkan, satu sapi 350 kg menghasilkan total daging plus jeroan sekitar 161,45 kg.

Karena sapi diqurbankan secara kolektif maksimal untuk tujuh orang, maka total daging tersebut dibagi 7. Setiap orang akan menerima bagian rata‑rata 23 kg. Pemilik qurban kemudian membagikan bagian tersebut kepada orang-orang yang berhak sesuai syariat.

Untuk kambing atau domba, hasil daging bersih setelah disembelih biasanya berkisar antara 20 hingga 25 kg. Karena daging qurban dibagi menjadi tiga bagian, maka setiap bagian menjadi 8 kg untuk fakir miskin, 8 kg untuk kerabat atau tetangga, dan sisanya untuk pemilik hewan qurban.

Berikut contoh pembagian daging qurban untuk sapi, kambing, dan domba:

  • Sapi dengan berat bersih 161,45 kg
    - Hak masing‑masing pemilik qurban (dibagi 7): 23 kg
    - Setiap pemilik qurban membagi menjadi 3 bagian:
      • 7,6 kg untuk pemilik hewan qurban
      • 7,6 kg untuk kerabat atau tetangga
      • 7,6 kg untuk fakir miskin
  • Kambing/domba dengan berat bersih 25 kg
    - Hak pemilik qurban: 25 kg
    - Pembagian menjadi 3 bagian:
      • 8,3 kg untuk pemilik hewan qurban
      • 8,3 kg untuk kerabat atau tetangga
      • 8,3 kg untuk fakir miskin
  • Kambing/domba dengan berat bersih 20 kg
    - Hak pemilik qurban: 20 kg
    - Pembagian menjadi 3 bagian:
      • 6,6 kg untuk pemilik hewan qurban
      • 6,6 kg untuk kerabat atau tetangga
      • 6,6 kg untuk fakir miskin

Bagaimana menentukan berapa banyak daging yang diberikan kepada mustahiq? Meskipun Al-Qur’an maupun hadis tidak menjelaskan rincian pembagian, ulama menyarankan agar setiap penerima mendapatkan antara 1 hingga 2 kg. Jumlah tersebut dianggap cukup bagi satu keluarga untuk satu atau dua kali makan. Memberikan daging terlalu sedikit, misalnya 0,5 kg, tidak memberikan manfaat maksimal. Begitu pula, memberikan terlalu banyak kepada satu orang dapat mengurangi potensi penyebaran keberkahan.

Oleh karena itu, pembagian daging qurban harus disesuaikan dengan jumlah daging yang tersedia dan jumlah mustahiq yang akan menerima. Pemilik hewan qurban perlu memastikan setiap penerima mendapatkan bagian yang cukup dan layak.

Dengan memahami cara menghitung pembagian daging qurban, para pemilik hewan dapat melaksanakan ibadah qurban dengan benar dan adil. Proses ini tidak hanya memenuhi tuntunan agama, tetapi juga memastikan keberkahan daging qurban tersebar kepada yang membutuhkan.

QurbanIdul AdhaPembagian dagingHewan qurbanMustahiqBaznas

Komentar

Memuat komentar...