Chery Group Fokus Robot, Target Pasar Lebih Besar Otomotif
Gambar atau konten salah?
Chery Group semakin agresif mengembangkan robot, bahkan sudah menjual unit robot. Di masa depan, menurut Chery, industri robot akan lebih besar dari industri otomotif yang saat ini masih menjadi core bisnis mereka. “Seperti sekarang setiap orang memiliki satu mobil, setiap orang memiliki satu HP, semoga suatu hari nanti setiap orang bahkan memiliki satu atau lebih banyak robot,” kata Yin Tongyue, Chairman Chery Group, di Wuhu, China, baru-baru ini.
Perusahaan ini mengikuti trend banyak pabrikan mobil dunia yang mengembangkan robot pintar. Chery Group dalam beberapa tahun terakhir menjadikan Artificial Intelligence dan robot sebagai salah satu unit bisnisnya. Melalui anak usahanya AiMOGA, Chery sudah merilis dan menjual robot humanoid bernama Mornine M1. Robot ini dapat dibeli melalui jaringan e‑commerce di China, dan harganya tidak sampai Rp 1 miliar. Mornine M1 menyerupai manusia dengan rupa wanita berkacamata dan berambut panjang, dijual dengan banderol 285.800 yuan atau sekitar Rp 716 juta.
Selain robot humanoid, AiMoga juga menawarkan robot anjing bernama Argos X1 dengan harga 15.800 yuan atau Rp 39 juta. Robot anjing ini menambah variasi produk robot Chery di pasar.
Chery Group kini menjadi salah satu produsen otomotif paling besar di China. Banyak merek berada di bawah mereka, termasuk yang sudah masuk pasar Indonesia. Di antaranya Chery, Omoda & Jaecoo, Jetour, iCar, Exeed, Lexeed, dan perusahaan patungan Chery Jaguar Land Rover.
Dengan pergerakan cepat ke industri robot, Chery tak lagi mau hanya dikenal sebagai produsen mobil tradisional. Mereka sedang melangkah menjadi perusahaan teknologi masa depan. “Hal terakhir yang kami inginkan adalah tidak didefinisikan sebagai perusahaan mobil tradisional melainkan sebagai perusahaan inovasi berteknologi tinggi yang berwujud untuk masa depan,” tegas Yin Tongyue.
Pada 01 Oktober 2023, konferensi peluncuran global AiMOGA, “kami secara jelas menyatakan bahwa robot AiMOGA adalah tata letak kunci dari strategi AI cerdas Chery. Fokus pada skenario komersial karena pada masa depan, industri robot akan lebih besar daripada industri otomotif,” ujar Yin Tongyue. Pernyataan ini menegaskan komitmen Chery pada pengembangan robot sebagai bagian inti strategi AI mereka.
Chery Group menggabungkan mobil dan robot, menempatkan dirinya sebagai pemain teknologi di masa depan. Fokus pada produk robot, harga terjangkau, dan strategi komersial menandai langkah ambisius perusahaan ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
