Chery Uji Tabrak: Tiggo 9 & 7 Tahan Benturan Kompleks
Gambar atau konten salah?
26 April 2026, di fasilitas Chery Longshan Crash Test Center yang terletak di Wuhu, provinsi Anhui, China, perusahaan otomotif Chery mengadakan uji tabrak mobil produksi massal. Uji ini mencakup benturan depan dan belakang, sekaligus menampilkan bagaimana kendaraan Chery menanggapi kondisi kecelakaan yang kompleks.
Gavin Liang, Deputy General Manager Chery Brand, menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar slogan. "Safety atau keselamatan adalah tanggung jawab dasar pabrikan kepada konsumen." Ia menambahkan, "Bagi Chery, keselamatan tidak pernah hanya menjadi slogan. Sejak awal, kami percaya bahwa setiap perjalanan keluarga berhak mendapatkan perlindungan nyata. Orang mungkin pertama kali memperhatikan desain, kenyamanan, atau performa. Namun ketika bahaya datang, keselamatan adalah hal paling utama," ungkapnya.
Di balik pernyataan tersebut, Gavin menjelaskan bahwa keselamatan sebuah mobil dibangun dari struktur bodi, material, hingga manajemen energi benturan. "Itu mengapa Chery menggunakan baja berkekuatan tinggi, baja hot‑stamped di area penting, hingga jalur penyerapan energi yang dirancang secara cermat," ia katakan. Dengan pendekatan ini, kendaraan dapat menahan benturan sekaligus melindungi penumpang.
Chery juga menegaskan bahwa standar keselamatan mereka diverifikasi melalui program global terkemuka. "Keselamatan juga diverifikasi melalui berbagai program global terkemuka. Model Tiggo telah diuji dalam berbagai program keselamatan dunia, Tiggo 7 dan Tiggo 8 meraih hasil sangat baik di Euro NCAP dan ANCAP. Tiggo 7 CSH juga mendapat peringkat 5 bintang ASEAN NCAP dengan skor terbaik. Ini menunjukkan bahwa standar safety kami mampu memenuhi pengujian ketat," jelas Gavin.
Meski sudah memperoleh skor baik dari beberapa lembaga penguji sistem keselamatan kendaraan, Chery ingin membuktikan dan memperlihatkan langsung kepada media bagaimana mobil-mobil mereka diuji tabrak. Dalam catatan media, Chery sudah melaksanakan tiga kali crash test yang diperlihatkan kepada awak media dalam satu tahun terakhir ini.
Gavin menekankan pentingnya pengujian berulang kali dalam berbagai kondisi dan pasar. "Bagi Chery, keselamatan tidak boleh hanya menjadi janji di atas kertas. Keselamatan harus diuji berulang kali, dalam berbagai kondisi dan di berbagai pasar. Itu sebabnya, dalam satu tahun terakhir, kami terus melakukan berbagai skenario pengujian tantangan dunia nyata. Pengujian hari ini mensimulasikan skenario kecelakaan gabungan di dunia nyata, menggambarkan skenario kecelakaan beruntun yang bisa terjadi dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh, sebuah mobil dapat mengalami benturan depan‑samping di persimpangan atau saat berpindah jalur. Kemudian, ketika lalu lintas melambat atau kendaraan terjebak macet, benturan dari belakang juga dapat terjadi," tambahnya.
Di lapangan, satu Chery Tiggo 9 diletakkan dalam posisi statis. Secara bersamaan, mobil tersebut ditabrak dari depan dan belakang. Dari depan, Chery Tiggo 9 ditabrak oleh Chery Tiggo 7 dengan kecepatan sekitar 50 km/jam. Dari belakang, Chery Tiggo 9 ditabrak oleh sebuah lori dengan kecepatan sekitar 40 km/jam.
Hasilnya, bagian depan kedua mobil tersebut hancur. Sasis depannya mundur, kap mesin penyok, grille dan bemper lebur. Pintu bagasi belakang Tiggo 9 juga penyok. Namun pintu depan dan belakang masih bisa dibuka, airbag mengembang sempurna, panel instrumen dan headunit tetap utuh. Kondisi serupa terlihat pada Chery Tiggo 7: bagian depan rusak parah, namun airbag depan mengembang sempurna, panel instrumen dan headunit masih utuh. Dummy penumpang di bagian belakang juga tetap aman, tidak terlepas dari kursinya.
Uji ini menonjolkan kemampuan struktur kendaraan Chery dalam menahan benturan sekaligus melindungi penumpang. Penggunaan baja berkekuatan tinggi dan jalur penyerapan energi memastikan energi benturan diserap sebelum mencapai ruang penumpang.
Di luar hasil teknis, uji ini juga menunjukkan komitmen Chery terhadap standar keselamatan internasional. Dengan meraih skor tinggi di Euro NCAP, ANCAP, dan ASEAN NCAP, Chery menegaskan bahwa kendaraan mereka tidak hanya memenuhi, melainkan melampaui ekspektasi regulasi keselamatan global.
Uji ini juga memperlihatkan bahwa Chery tidak hanya mengandalkan hasil uji lab, tetapi juga menguji kendaraan dalam skenario dunia nyata. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kendaraan dapat bertahan dalam situasi yang tidak terduga, seperti kecelakaan beruntun di persimpangan atau saat lalu lintas macet.
Secara keseluruhan, uji tabrak Chery di Chery Longshan Crash Test Center menegaskan bahwa perusahaan serius dalam menempatkan keselamatan di atas segalanya. Dengan pendekatan material yang kuat, jalur energi yang terencana, dan pengujian berulang di berbagai kondisi, Chery menunjukkan bahwa kendaraan mereka dirancang untuk melindungi penumpang bahkan dalam situasi paling ekstrem.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
