Cimahi Atasi Lonjakan Sampah Ramadan lewat TPS 3R dan TPA
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Cimahi sedang mencari solusi atas lonjakan produksi sampah selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Di kota ini, rata‑rata sampah rumah tangga mencapai 250 ton per hari. Namun, pada bulan Ramadan, jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 300 ton, meningkat sekitar 40 persen.
Menurut Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, proses pembersihan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) memaksa pihaknya mengorbankan jatah ritase dua mingguan sebanyak 370 Ton. Ia menjelaskan, “Jadi Senin dan Selasa kemarin kita melakukan clean up di TPS dan TPST. Kita meminjam jatah ritase 2 mingguan, sehingga sisa kuota 2 mingguan tinggal 1200 ton. Apabila dirata‑rata hanya dapat membuang 85 ton per hari ke TPA Sarimukti,” kata Adhitia pada 26 Maret 2026.
Untuk menekan volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti, pemerintah menekankan peran TPS 3R dan TPS Terpadu. Kedua fasilitas ini bertugas mengolah sampah organik dan anorganik secara mandiri. “Di sisi lain, kami meminta penguatan peran kewilayahan serta edukasi pilah sampah. Setiap kelurahan wajib mengoptimalkan peran bank sampah dalam menyerap sampah anorganik bernilai ekonomi serta mengaktifkan linmas dalam penjagaan dan pengamanan area dari pembuangan sampah liar,” tambah Adhitia.
Kota Cimahi juga terpengaruh oleh pembatasan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti. Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6174/PBLS.04/DLH menegaskan batasan pembuangan sampah dari wilayah Bandung Raya. Dalam SE tersebut, Kota Bandung diizinkan maksimal 13 738 ton per dua minggu, Kota Cimahi 1 668 ton, Kabupaten Bandung Barat 1 668 ton, dan Kabupaten Bandung 3 925 ton per dua minggu.
Rencana ke depan menargetkan pemilahan sampah di wilayah kelurahan dengan sasaran 60 % sampah selesai di wilayah tersebut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menegaskan bahwa optimalisasi ini akan membantu mengurangi beban TPS.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap bisa mengendalikan volume sampah yang masuk ke TPA Sarimukti, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
