Cimahi Luncurkan Tes Kemampuan Akademik SD & SMP 2026
Gambar atau konten salah?
Di Kota Cimahi, siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama mulai mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada awal April 2026. Ujian ini dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 untuk jenjang SD dan SMP.
TKA dirancang untuk menilai kemampuan akademik siswa di semua tingkat, dengan fokus utama pada literasi dan numerasi. Ujian ini terintegrasi dengan program Asesmen Nasional, sehingga hasilnya dapat dibandingkan secara nasional.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, mengawasi pelaksanaan TKA di SMPN 1. Ia menegaskan bahwa proses berlangsung tanpa kendala, meskipun dilakukan secara bergelombang. “Alhamdulillah berjalan lancar dan ini dilakukan secara bergelombang. Seperti di SMPN 1 ini, dalam satu hari ada dua sesi dan ada pelaksanaan sampai dengan 14 April nanti,” ucapnya pada Senin, 06 April 2026.
Ujian ini mencakup dua materi utama: numerasi atau matematika, dan literasi atau Bahasa Indonesia. TKA juga merupakan ujian akhir bagi siswa SMP/MTs kelas 9 dan SD kelas 6. Namun, tidak semua siswa mengikuti tes ini. “Tapi tidak semua siswa ikut TKA ini, misalnya yang sekarang berjalan ini buat mereka yang jalur prestasi dan ini yang pertama kali dilaksanakan,” jelas Adhitia.
Hasil TKA akan memberi gambaran tentang kecenderungan siswa dalam bidang numerasi atau literasi. Selain itu, nilai tersebut dapat menampilkan karakter siswa di masing‑masing sekolah. “Ini merupakan bagian dari sebuah siklus. Jadi nanti berkaitan erat ketika hasil nilai anak-anak sudah keluar, nanti akan terevaluasi sekolah A, sekolah B, sekolah C kurangnya di mana. Apakah di numerasi atau di literasi. Nanti akan sinkron dengan bantuan‑bantuan yang turun dari pusat difokuskan ke mana, ke numerasikah, ke literasikah, jadi seperti itu,” tambahnya.
Dari data TKA, siswa dan orang tua dapat menentukan arah pendidikan selanjutnya. “Untuk yang khusus sekarang ini difokuskan untuk jalur prestasi ya, persyaratan jalur prestasi yang akan mereka tempuh nanti ke mana mereka daftar di SMA‑nya yang mereka inginkan, seperti itu,” ungkap Adhitia.
Dengan demikian, TKA di Cimahi menjadi alat penting bagi sekolah dan keluarga untuk menilai kemampuan akademik siswa serta mempersiapkan langkah selanjutnya menuju pendidikan menengah atas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
