Cincin Mainan Tertekan Bikin Jari Anak Membengkak, Damkar Cepat
Gambar atau konten salah?
Sita, siswi berusia 11 tahun dari Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, mengalami kejadian tak terduga di sekolahnya pada Senin, 11 Mei 2026. Jari tangannya membengkak setelah memakai cincin mainan yang terlalu sempit.
Cincin itu dibelinya pada Minggu, 10 Mei 2026 dan dipakai semalaman. Setelah dipakai, jari manis tangan kanannya mengembung. Sita mencoba melepasnya di sekolah, namun gagal. Ia kemudian mengadu kepada gurunya.
Menurut Budi Rahmat, Kepala Bagian Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, laporan diterima dari guru sekitar pukul 07.20 WIB. “Korban mengeluh jarinya bengkak karena cincin mainan yang dipakai terasa semakin sempit. Setelah dicoba dilepas di sekolah tetapi tidak berhasil, wali guru kemudian membawa korban ke Mako UPT Damkar Ciamis untuk meminta bantuan,” ujar Budi.
Petugas Damkar langsung menanggapi. Mereka menggunakan gerinda mini untuk memotong cincin secara hati‑hati. Proses evakuasi berlangsung singkat, dan cincin berhasil dilepas sekitar pukul 07.25 WIB. Budi menegaskan, “Alhamdulillah proses evakuasi berjalan aman dan kondisi korban selamat. Penanganan dilakukan dengan sangat hati‑hati agar tidak melukai jari korban,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan ukuran aksesori atau benda yang digunakan anak-anak. “Jangan memaksakan memakai cincin yang ukurannya terlalu kecil, apalagi pada anak-anak. Jika sudah bengkak dan sulit dilepas, segera minta bantuan petugas agar tidak semakin parah,” pungkasnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya kesadaran akan ukuran perhiasan bagi anak. Penanganan cepat dan tepat oleh petugas Damkar menghindari luka serius. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi orang tua dan sekolah untuk memeriksa aksesori yang dipakai anak sebelum digunakan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu